Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Olympic

Disebut Jenderal Baliho Takut ke Papua, Ini Respons KSAD Dudung

Disebut Jenderal Baliho Takut ke Papua, Ini Respons KSAD Dudung
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman. (foto: Istimewa)
Selasa, 08 Februari 2022 13:39 WIB

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman berbicara mengenai adanya meme di media sosial yang menyingung dirinya. Dudung mengatakan, meme tersebut menyebut dirinya berani mencabut baliho, namun tidak berani datang ke Papua.

"Ada meme di media sosial, Dudung ini nyabutin baliho berani, sekarang ke Papua enggak berani," kata Dudung di Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Senin (7/2/2022).

Dudung meluruskan anggapan terkait dirinya tak berani mendatangi ke Papua. Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memerintahkan melakukan operasi. Misalnya, seperti pengejaran kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Dudung menegaskan kewenangan menentukan langkah taktis strategis serta konsep operasi ada pada ranah Mabes TNI, dalam hal ini Panglima TNI. Sebab, KSAD berperan sebagai pembina terhadap prajurit-prajuritnya. Sedangkan, urusan operasi ada pada Panglima TNI. "Saya hanya boleh nanya, 'Danyon bagaimana anak buahmu? Sehat? Bagaimana logistik nya? Bagus? Hanya nanya itu saja," terang eks Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) itu.

Jenderal bintang empat ini juga menyampaikan, apabila terjadi kendala mengenai operasi yang dialami prajurit di lapangan, pihaknya kemudian akan langsung berkoordinasi dengan Asisten Operasi (Asops) KSAD.

Tujuannya adalah supaya Asops bisa berkoordinasi langsung dengan Mabes TNI. Baca juga: Prabowo dan KSAD Dudung Bahas Modernisasi Alutsista hingga Kesejahteraan Prajurit "Kadang salah orang mempersepsikan, Angkatan Daratnya gugur, pikirnya KSAD yang salah memberikan perintah," ungkap Dudung.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww