Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
15 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
13 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Miliki Jaringan Terluas di Indonesia, BRI Terapkan Model Hybrid Banking untuk Perluas Jangkauan Nasabah

Miliki Jaringan Terluas di Indonesia, BRI Terapkan Model Hybrid Banking untuk Perluas Jangkauan Nasabah
Direktur Digital dan Informasi Teknologi BRI, Indra Utoyo.
Minggu, 13 Februari 2022 11:48 WIB
JAKARTA – Bank Rakyat Indonesia (BRI) menerapkan model bisnis hybrid banking, yakni konsep transformasi yang memadukan aspek digital dan network presence untuk memacu transformasi digital guna merealisasikan visi besar sebagai The Most Valuable Banking Group in Southeast Asia and Champion of Financial Inclusion.

Untuk merealisasikan target itu, bank terbesar di Indonesia ini pun telah membuat layanan-layanannya agar dapat lebih menjawab kebutuhan pasar dan perkembangan era digital.

Direktur Digital dan Informasi Teknologi BRI Indra Utoyo mengatakan, industri perbankan semakin bergerak menuju transformasi digital, baik dari sisi bisnis maupun konsumen.

“Salah satu upaya BRI adalah memperkuat identitas sebagai micro finance, bank mikro, dan bank UMKM yang berfokus kepada transformasi digital dan culture,” ujarnya.

Model bisnis hybrid banking dilakukan mengingat BRI merupakan bank dengan jaringan terbesar di Indonesia sehingga kehadiran kantor cabang, agen laku pandai, dan financial advisors seperti Relation Manager (RM), Account Officer (AO), atau Mantri BRI tetap dibutuhkan. Mereka hadir di tengah-tengah masyarakat bersama layanan digital seperti BRImo dan BRISPOT.

Dari sisi Informasi dan Teknologi (IT), BRI juga memperkuat aspek big data dan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, platform operating model harus ditingkatkan dari sisi governance sehingga lebih agile. Tentunya hal ini diiringi oleh penguatan talenta digital.

“KUR digital menjadi salah satu contoh digitizing core system atau core product. Dengan adanya KUR digital, jangkauan nasabah bisa semakin luas terutama untuk sektor UMKM dan mikro. Akses KUR tersebut dapat dilakukan tanpa harus mengunjungi kantor cabang,” ujarnya.

Indra melanjutkan, transformasi digital BRI juga bertujuan untuk menopang sinergi pemberdayaan ekosistem usaha ultra mikro. Seperti diketahui, Holding Ultra Mikro (UMi) yang terbentuk dari sinergi antara BRI, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) semakin memperkuat kinerja bisnis perseroan. Penguatan ekosistem usaha ultra mikro tersebut bisa mendorong pelaku usaha menaikan skala bisnisnya dan menjadi sumber pertumbuhan baru.

”Awalnya yang masih unbankable, dapat menjadi digital dan mempermudah untuk naik kelas. Misalnya melalui aplikasi Senyum Mobile yang dapat meng-empower para nasabah ultra mikro untuk mendapatkan akses layanan finansial yang lebih komprehensif,” ujarnya.

Keberhasilan transformasi digital BRI dapat dibuktikan lewat penyaluran KUR. Tercatat realisasi sepanjang tahun 2021, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp194,9 triliun kepada 6,5 juta nasabah. Jumlah tersebut mencapai 99,65% dari kuota KUR yang ditetapkan oleh pemerintah dan dialokasikan kepada BRI tahun 2021, yakni sebesar Rp195,59 triliun. Penyaluran KUR BRI sepanjang 2021 tersebut juga tercatat naik 40,7% year-on-year (yoy) dibandingkan dengan penyaluran per Desember 2020 yang mencapai sebesar Rp138,5 triliun. ***

Editor:Muslikhin Effendi
Kategori:Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww