Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
13 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
12 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
12 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Beladiri

'MA' Mencuri Demi Persalinan, Jaksa Hentikan Tuntutan

MA Mencuri Demi Persalinan, Jaksa Hentikan Tuntutan
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam suatu kesempatan. (foto: ist./kejagung)
Jum'at, 18 Februari 2022 15:06 WIB

JAKARTA - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Fadil Zumhana mengabulkan permohonan penghentian penuntutan terhadap Muhammad Arham (MA). Keterangan resmi Kejagung yang dibaca di Jakarta, Jumat (18/2/2022) menyebut tersangka MA terpaksa mencuri demi melunasi biaya persalinan istrinya.

"Tersangka terdesak akan kebutuhan biaya melahirkan istri yang memasuki usia kandungan 9 bulan namun gaji tersangka sebagai buruh harian lepas tidak mencukupi serta sudah berusaha mencari pinjaman tidak berhasil," ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Berita terkait Kejagung: Penjelasan Kejagung soal Penyidikan Kasus Satelit Kementerian Prabowo 

Berita terkait Kejagung: Pendampingan Hukum Investor jadi Program Utama Kerja Kejagung RI 

Sebelumnya perkara ini ditangani Kejaksaan Negeri Takalar. Dalam pertemuan di kantor Kejari Takalar pada 14 Februari lalu, korban dan tersangka telah sepakat berdamai.

Dalam pertemuan itu, pihak Kejari Takalar sepakat menebus motor korban yang sebelumnya digadaikan tersangka demi biaya persalinan istrinya sebesar Rp1,5 juta.

Berita terkait Restorative Justice: Restorative Justice Harus Menjadi Perhatian Khusus Kabareskrim Baru 

Berita terkait Restorative Justice: Rencana Polisi Terapkan Sistem Restorative Justice, IPW Desak Polri Tetap Proses Sukmawati 

"Kesepakatan perdamaian dilaksanakan tanpa syarat di mana kedua belah pihak sudah saling memaafkan, dan tersangka berjanji tidak mengulangi perbuatannya serta korban tidak ingin perkaranya dilanjutkan ke persidangan," ujar Leonard.

Kejagung menyebut, penerapan keadilan restoratif dalam perkara ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat, apalagi tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww