Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sesi Terakhir Wirasena Youth Camp 2026: Peserta Tulis Komitmen Nyata sebagai Penggerak
Kemenpora
24 jam yang lalu
Sesi Terakhir Wirasena Youth Camp 2026: Peserta Tulis Komitmen Nyata sebagai Penggerak
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
8 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
4
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
Hukum
8 jam yang lalu
Geledah PT Djarum dan KPPBC Kudus, KPK Bidik Aliran Dana Gelap Pita Cukai
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
6 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Soal Iklan STY, Dali Tahir Usulkan Kemenpora Buat Kebijakan

Soal Iklan STY, Dali Tahir Usulkan Kemenpora Buat Kebijakan
Dali Tahir (twitter@bola_indonesia)
Sabtu, 19 Februari 2022 18:49 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Mantan Komite Etik FIFA, Dali Tahir mengatakan tidak masalah pelatih kepala Tim Nasional (Timnas) Sepakbola Indonesia asal Korea Selatan, Shin Tae-yong menjadi bintang iklan. Namun, Dali Tahir menyarankan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membuat kebijakan yang mengutamakan pemain dan pelatih lokal untuk menjadi bintang iklan. 

"Memang tidak ada masalah STY dikontrak menjadi bintang iklan. Tetapi, alangkah baiknya Kemenpora membuat kebijakan seperti pemerintah Singapura yang mengutamakan pemain dan pelatih lokal untuk menjadi bintang iklan. Jadi, PSSI bisa menjalankan kebijakan tersebut. Karena, kebijakan tersebut sangat bagus untuk mendorong pelatih dan pemain/atlet dan pelatih lokal bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari sebagai bintang iklan," kata Dali Tahir yang dihubungi Sabtu (19/2/2022).

Lebuh jaug, Dali Tahir juga tidak mempermasalahkan Ketua Umum PSSI Mochmad Iriawan yang akrab dipanggil Iwan Bule merangkap jabatan sebagai Ketua Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI).

"Tak ada pelanggaran statuta PSSI yang dilakukan Iwan Bule soal rangkap jabatan.  Apalagi, itu jabatan hobi dan bukan jabatan di pemerintahan. Yang ideal sih tidak merangkap karena ketua umum PSSI butuh konsentras membangun prestasi sepakbola Indonesia," jelasnya. 

Abang ipar mantan Ketua Umum PSSI, Agum Gumelar ini hanya menyoroti tidak adanya terobosan PSSI untuk bisa menempatkan anggota Exco PSSI untuk menjabat di Federasi Sepakbola Asia (AFC) dan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA).

"PSSI harus bisa menempatkan perwakilannya di AFC dan FIFA. Itu sangat penting dalam upaya membangun sepakbola Indonesia. Masak hanya bisa menjabat sebagai Wakil Presiden AFF dan itu bukam diberikan kepada anggota Exco PSSI," tegasnya.  ***

wwwwww