Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Jadi Sosok yang Paling Banyak Dimaki, Anies Punya Peluang Besar Gantikan Jokowi

Jadi Sosok yang Paling Banyak Dimaki, Anies Punya Peluang Besar Gantikan Jokowi
Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Riau Edy Natar, saat Membuka Festival Tari Kreasi Melayu Nusantara 2022, di Anjungan Riau, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (19/2/2022). (Foto: Istimewa)
Minggu, 20 Februari 2022 18:48 WIB

JAKARTA - Pengamat politik Made Supriatma menilai, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, merupakan sosok yang paling dibenci, dimaki dan di-bully di media sosial khusunya para pendukung Presiden Jokowi dan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok.

Menurutnya, Anies Baswedan adalah politisi kontroversial. Para pendukung Presiden Jokowi dan mantan Gubernur DKI yang dia kalahkan, Basuki Tjahaja Purnama (BTP), sangat bergairah untuk membencinya (love to hate him). "Dia politisi yang paling banyak dikutuk, dimaki, dan ditertawai di media sosial — khususnya dari pendukung Jokowi dan BTP," ujar Made Supriatma melalui catatannya yang berjudul Wadas Politik.

Namun begitu, menurut Made Supriatma, banyaknya makian kepada Anies, tidak membut popularitasnya menurun. Anies justru berada di atas. "Seringkali tidak disadari bahwa seorang politisi itu seperti tai di selokan. Semakin deras arus dibawahnya, semakin ia mengapung. (Maaf atas perumpamaan yang kurang ajar ini)," tulis Made.

Dia melanjutkan, bahwa Anies Baswedan adalah satu-satunya harapan dari kelompok Islam. Dan juga mungkin suatu saat menjadi alternatif untuk kelompok-kelompok yang saat ini independen dan tidak bersimpati pada rejim ini.

Made menilai, jika saja nanti Anies Baswedan Baswedan berhadapan dengan Prabowo Subianto di 2024, maka sulit bagi Prabowo menandingi Anies. "Ini dengan asumsi bahwa Prabowo memiliki beban yang lebih berat ketimbang Anies," katanya.

Sementara itu, untuk Ganjar dan Cak Imin, Made masih meragukan, bahwa baik Cak Imin maupun Ganjar Pranowo tidak akan mampu bertarung melawan Anies. Dalam hal partai, posisi Anies hampir sama dengan Ganjar. Dia tidak berpartai, bedanya Muhamin merupakan Ketua Umum PKB.

Made Supriatma melihat antusias warga Yogyakarta ketika menyambut Anies Baswedan saat hadir di Musyawarah Kerja Wilayah PPP Yogyakarta. "Itu cukup membuat macet kota ini. Alasan dia ke Yogya padahal kasus Covid-19 di Jakarta sedang melonjak naik? Berpidato di Musyawarah Kerja Wilayah PPP Yogyakarta! Anda tahu, PPP adalah partai gurem yang bergabung dalam koalisi mendukung pemerintahan Jokowi," katanya.

"Melihat antusiasme massa dan melihat bagaimana secara lokal massa partai Islam ini menyambut Anies, saya cukup yakin bahwa Anies sangat punya peluang gantikan Jokowi di 2024," sambungnya.

Sementara itu, Made melihat kubuh nasionalis saat ini terbelah. Dari PDI-P ada Puan Maharani yang dijagokan, begitu pun Partai Golkar, ada Airlangga Hartarto. Menurut Made, hanya ada satu orang yang bisa hentikan Anies. "Untuk saya, politisi satu-satunya yang bisa menghentikan laju Anies Baswedan adalah seorang politisi bernama Ir. H. Joko Widodo," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww