Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
3
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
4
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
23 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Olympic

Sindir PAN Soal Tunda Pemilu, Demokrat: Alasannya Nggak Jelas, Bilang Saja Maunya Jokowi

Sindir PAN Soal Tunda Pemilu, Demokrat: Alasannya Nggak Jelas, Bilang Saja Maunya Jokowi
politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 25 Februari 2022 19:40 WIB

JAKARTA - Alasan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mendukung Pemilu 2024 diundur dinilai mengada-ada. Terlebih dalam alasan itu, Zulkifli Hasan turut menyinggung ketegangan antara Rusia dan Ukraina.

"Nggak jelas alasan PAN ini. Sampai-sampai bawa-bawa konflik Rusia dan Ukraina segala," tutur politisi Partai Demokrat Cipta Panca Laksana lewat akun Twitter pribadinya, Jumat (25/2/2022).

Padahal, Zulkifli Hasan bisa meringkas alasan yang berbelit-belit di balik pengumuman PAN tersebut. Yaitu, sindir Panca, didasarkan pada keinginan Presiden Joko Widodo. "Bilang saja maunya Pak Jokowi. Iya nggak sih?" sindirnya.

Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan telah mengurai ada lima alasan agar pemilu diundur. Pertama karena pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Kedua, perekonomian di Indonesia yang belum membaik, di mana rata-rata pertumbuhan masih 3 hingga 3,5 persen.

Selanjutnya, perkembangan terakhir situasi global. Termasuk konflik antara Rusia-Ukraina yang akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian global dan Indonesia. Keempat, pemilu membutuhkan biaya besar. Terakhir hasil survei kepuasan publik yang tinggi pada kinerja Jokowi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww