Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
18 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
20 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
19 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
18 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Pengungsi di Tenda Darurat Timbo Abu Talamau Pasaman Barat Mulai Terserang Berbagai Penyakit

Pengungsi di Tenda Darurat Timbo Abu Talamau Pasaman Barat Mulai Terserang Berbagai Penyakit
Posko kesehatan atau pos medis pengungsi di Simpang Timbo Abu Talamau Pasaman Barat mulai menerima keluhan penyakit gatal-gatal.(antara/altas maulana).
Minggu, 06 Maret 2022 10:42 WIB
SIMPANG EMPAT – Pengungsi di Simpang Timbo Abu Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat mulai terserang penyakit gatal-gatal dan batuk pilek beberapa hari terakhir.

"Benar, pengungsi banyak datang ke posko pengobatan yang berdiri dekat posko pengungsian dengan keluhan gatal-gatal," kata petugas posko kesehatan Simpang Timbo Abu, Gina, Minggu (6/3/2022).

Menurutnya setiap hari ada sekitar 10 orang yang datang berobat dengan keluhan gatal-gatal dan batuk serta pilek.

Sejauh ini, katanya masyarakat yang mengeluhkan itu masih dapat teratasi dengan obat-obat yang tersedia. "Untuk obat-obat masih tersedia dan tidak ada kendala," katanya.

Pihaknya sudah membuka posko pelayanan kesehatan sejak posko pengungsian ini ada pasca gempa Jumat (25/2).

Apalagi, katanya pengungsi di Simpang Timbo Abu cukup banyak karena banyak rumah warga rusak karena gempa karena daerah ini sudah berada di pinggang Gunung Talamau.

Ketua Pemuda Simpang Timbo Abu, Dodi mengatakan pengungsi hingga saat ini masih bertahan di tenda pengungsian.

"Ada sekitar 56 tenda dengan 130 kepala keluarga pengungsi yang masih bertahan. Anak-anak sekitar 107 orang, 17 orang bayi dan ibu hamil 4 orang," katanya.

Untuk kebutuhan logistik pengungsi sudah terpenuhi hingga saat ini baik dari bantuan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan sumbangan para dermawan.

Sementara itu Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Sumatera Barat menyatakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit terbanyak dikeluhkan korban gempa bumi di kabupaten setempat.

"Berdasarkan data hingga Jumat (4/3) lalu malam penyakit yang paling banyak adalah ISPA, sebanyak 334 kasus," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pasaman Barat dr Gina Alecia di Simpang Empat.

Kondisi ini terjadi karena ada infeksi di saluran pernapasan yang ditandai dengan gejala batuk, pilek, dan demam. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Olympic, Sumatera Barat
wwwwww