Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
18 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
22 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Nasional

Ketika AAYG Ditanya Perannya untuk Negara-Negara Anggota di Tengah Konflik Rusia-Ukraina

Ketika AAYG Ditanya Perannya untuk Negara-Negara Anggota di Tengah Konflik Rusia-Ukraina
Ilustrasi diplomasi. (gambar: dok. ist.)
Selasa, 08 Maret 2022 13:02 WIB
JAKARTA - Asian African Youth Government (AAYG) bersama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menggelar jumpa pers jelang pelantikan kepengurusan mereka di Senayan, Jakarta, Selasa (8/3/2022). Dalam kesempatan itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) bertanya apa peran yang bisa dilakukan AAYG terkait konflik Rusia-Ukraina.

"Apa yang akan kalian lakukan terkait dengan konflik Rusia-Ukraina?" tanya Bamsoet.

GoNews.co (Dari kanan) Perwakilan <em>As
(Dari kanan) Perwakilan Asian African Youth Government (AAYG) Sadam, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat jumpa pers di media center MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 8 Maret 2022. (foto: kwp)

Menjawab Bamsoet, perwakilan AAYG Sadam mengungkapkan, pihaknya mengedepankan soft diplomacy atau back door diplomacy untuk mencegah butterfly effect perang Rusia-Ukraina bagi negara-negara anggota.

"Kita tidak bisa melakukan diplomasi antar negara karena itu pintu depan. Kita di back door diplomacy. Kita di pintu belakang," kata Sadam.

Bagaimana teknisnya?. Kata Sadam, "Kita ngobrol dengan anak-anak muda. Bagaimana menginisiasi (perundingan damai, red) melalui media sosial (pemberitaan positif, TikTok, YouTube)".

"Itu menjadi alat kampanye back door diplomacy Asian African Youth Government," kata Dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, MPR RI, DKI Jakarta
wwwwww