Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
18 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
22 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Minyak Goreng Tembus Rp25 Ribu Per Liter, Buya Anwar: Pengusaha Jadi Real Terrorist di Negeri Ini

Minyak Goreng Tembus Rp25 Ribu Per Liter, Buya Anwar: Pengusaha Jadi Real Terrorist di Negeri Ini
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas. (Foto: Sindo)
Kamis, 17 Maret 2022 15:28 WIB

JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengkritik langkah pemerintah yang mencabut subsidi minyak goreng. Ia menyebut kebijakan itu telah memukul kehidupan rakyat kecil. Pasalnya, harga minyak goreng dipastikan akan naik.

"Dalam jangka dekat atau dalam beberapa minggu atau bulan ke depan, harga minyak goreng tentu diperkirakan akan melonjak tinggi karena jumlah supply tentu akan lebih rendah dari jumlah permintaan. Hal tersebut tentu jelas-jelas akan sangat memukul kehidupan rakyat kecil," kata Anwar Abbas, Rabu (16/3/2022).

Anwar menilai nasionalis para pengusaha sedang diuji. Pengusaha, kata dia, akankah menjadi pengusaha yang pancasilais dengan memikirkan nasib rakyat atau menjadi binatang ekonom yang fokus pada keuntungan.

"Kita lihat dan tunggu saja. Jangan-jangan merekalah sebenarnya yang telah menjadi the real terrorist di negeri ini. Tapi kita berharap mudah-mudahan tidak demikian halnya," ujarnya.

Anwar lantas menyinggung pengusaha sawit Indonesia yang mengalami masalah di luar negeri langsung dibantu oleh pemerintah Indonesia. Sementara sebaliknya, ia menyebut pengusaha tidak membantu pemerintah menjaga harga dan ketersedian minyak goreng di dalam negeri.

"Malah mereka terlihat sibuk menangguk keuntungan dengan memanfaatkan peluang bagi mendapatkan keuntungan yang lebih besar dengan mengabaikan dan melanggar ketentuan yang ada," kata dia.

"Akibatnya rakyat menjadi susah sehingga kapolri terpaksa turun tangan dan berbicara keras kepada para pengusaha tersebut dengan meminta para Kapolda untuk melakukan pengawasan ketat," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga mengatakan bahwa harga minyak goreng kemasan premium diprediksi mencapai Rp 25 ribu per liter. Sementara, kemasan sederhana berkisar Rp 23 ribu per liter. Ia mengatakan bahwa penetapan harga itu imbas dari penghapusan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng kemasan Rp 14 ribu per liter.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Ekonomi, Voli, DKI Jakarta
wwwwww