Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
18 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
22 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Nusantara

LaNyalla Minta Jokowi Turun Langsung Tangani Langka dan Mahalnya Kebutuhan Pokok

LaNyalla Minta Jokowi Turun Langsung Tangani Langka dan Mahalnya Kebutuhan Pokok
Ilustrasi sembako. (gambar: ist./majalah peluang)
Minggu, 27 Maret 2022 18:07 WIB
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyatakan kepada wartawan parlemen, Minggu (27/3/202) bahwa dirinya meminta Presiden Jokowi segera turun tangan mengatasi kelangkaan dan mahalnya sejumlah komoditas.

"Kepentingan masyarakat terkait dengan kebutuhan komoditas penting harus secepatnya diselesaikan," kata LaNyalla sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

LaNyalla mengingatkan pemerintah untuk lebih fokus dan serius menangani kelangkaan beberapa komoditas sembako yang menyangkut hajat hidup orang banyak, termasuk BBM solar subsidi.

"Pemerintah jangan mengundang kemarahan rakyat," kata LaNyalla.

LaNyalla mengatakan, Sembako dan BBM sangat penting bagi kelangsungan kehidupan dan aktivitas ekonomi di sektor riil. Menurutnya, dengan dukungan infrastruktur yang memadai, pemerintah harus memastikan pendistribusian komoditas berjalan lancar agar tidak memparah kelangkaan.

"Karena dengan kelangkaan dan pendistribusian yang buruk, maka destruksi sosial akan sangat mudah terpicu. Apalagi kohesi sosial selama ini tergerus akibat polarisasi politik yang tajam di masyarakat. Ini adalah potensi terjadinya anarkisme," paparnya.

LaNyalla mengaku tak habis fikir sejumlah kebutuhan Sembako yang diperlukan masyarakat satu per satu menghilang dan menjadi mahal di pasaran. Ia menilai ada yang tidak beres di dalam proses.

"Bisa saja kelemahan ada di perencanaan kuota, atau kebocoran DMO (Domestic Market Obligation), atau manajemen distribusi, atau bahkan ada kartel yang bermain memanfaatkan keuntungan besar yang cepat didapat, semua kemungkinan harus dibedah satu per satu," tukasnya.

Sebelumnya, kata LaNyalla, masyarakat dihadapkan pada sejumlah masalah jelang Ramadan. Selain polemik minyak goreng yang sempat langka dan mahal, belakangan solar juga menjadi langka. Bahkan antrean panjang terjadi di sejumlah daerah.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nusantara, DKI Jakarta
wwwwww