Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
9 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
6 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
11 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Dosen UNJ Restui Mahasiswa Turun Aksi

Dosen UNJ Restui Mahasiswa Turun Aksi
Ilustrasi demo mahasiswa di Gedung DPR RI. (Foto: Istimewa)
Minggu, 10 April 2022 20:54 WIB

JAKARTA - Rencana Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan seluruh elemen mahasiswa lainnya untuk menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara mendapatkan dukungan penuh dari berbagai kalangan masyarakat.

Teranyar, dukungan datang dari dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, yang merupakan pelapor anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Saya merestui mahasiswa untuk turun aksi," ujar Ubedilah dilansir GoNews.co dari Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (10/4/2022).

Ubedilah mengurai bahwa semangat dan tujuan mahasiswa menggelar unjuk rasa besar-besaran yang akan berlangsung pada Senin (11/4) sangat jelas dan sesuai dengan konstitusi UUD 1945. "Dan sangat rasional serta kontekstual dengan kondisi rakyat saat ini," kata Ubedilah.

Dengan demikian, Ubedilah yang juga merupakan aktivis Nurani ’98 ini meminta kepada aparat keamanan untuk tidak menggunakan pendekatan represif dalam menghadapi berbagai aksi atau demonstrasi yang akan dilakukan oleh mahasiswa.

"Tindakan refresif, bukan saja akan berpotensi terjadinya pelanggaran HAM, tetapi juga akan dapat meningkatkan eskalasi gerakan mahasiswa," pungkas Ubedilah.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww