Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
24 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
24 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
24 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Voli

Awalnya Menolak, Kini Warga Papua Berebut Minta Rekam KTP-el

Awalnya Menolak, Kini Warga Papua Berebut Minta Rekam KTP-el
Warga antusias melakukan perekaman KTP-el di Paniai, Papua. (foto: ist./disdukcapil paniai)
Rabu, 27 April 2022 19:35 WIB
PANIAI - Kepala Dinas Dukcapil Paniai Washinton dalam siaran resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (27/4/2022) mengungkapkan, upaya persuasif pihaknya telah membuahkan hasil. Masyarakat yang sebelumnya menolak perekaman KTP-el karena anggapan rekam biometrik irish mata akan menghisap darah, kini antusias mendatangi Kantor Dinas Dukcapil Kabupaten Paniai, Provinsi Papua.

"Saya katakan rekam KTP tidak mengandung hal negatif. Akhirnya saya lakukan perekaman secara terbuka, semua bisa lihat sembari menjelaskan tidak ada isap darah waktu lakukan rekam iris mata," tutur Washinton sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari keterangan Puspen Kemendagri.

Untuk sementara, kata Washinton, sebutan KTP-el Ia ganti menjadi kartu bantu. "Sebab selama ini sebutan KTP berarti ada kesan negatif, di dalam ada chip/setan dan lain-lain. Saya ganti sebut kartu bantu karena bisa bantu dipakai di bank, rumah sakit, bandara, kuliah dan seterusnya," ungkap Washinton.

Walhasil, sambungnya, "Kini masyarakat membludak antusias mau berebut duluan minta dilayani.".

Kadis Washinton mengakui, masih sangat banyak kekurangan termasuk internal pegawai, kondisi kantor, keamanan, peralatan. "Tapi secara bertahap, kami benahi.".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Voli, Nasional, DKI Jakarta, Papua, Papua Barat
wwwwww