Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
12 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
12 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
11 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
Home  /  Berita  /  Nasional

Anggota DPR RI Minta Dubes Singapura Jelaskan Kenapa UAS dan Rombongan Ditolak Masuk

Anggota DPR RI Minta Dubes Singapura Jelaskan Kenapa UAS dan Rombongan Ditolak Masuk
UAS saat berada di ruangan keimigrasian di Singapura. (foto: instagram @ustadzah sulaiman_official)
Rabu, 18 Mei 2022 19:00 WIB
JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Guspardi Gaus menyatakan kepada wartawan, Rabu (18/5/2022), dirinya mengecam keras perlakuan kurang wajar oleh Pemerintah Singapura terhadap Ustad Abdul Samad (UAS) beserta anak istri dan rombongannya yang ditolak masuk Singapura pada Senin (16/5/2022) lalu.

"Pengusiran atau deportasi yang dialami UAS bukan perkara boleh masuk atau tidak, tetapi masalah keadilan dan kesetaraan dan masalah hubungan diplomatik negeri serumpun. Apalagi menurut informasi, UAS dideportasi dari Singapura dan diasingkan dalam sebuah ruangan sebelum dirinya dideportasi kembali ke Indonesia tanpa penjelasan apapun. Sementara anak istri dan lainnya dipisahkan di ruangan yang berbeda," ujar Guspardi sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Perihal ditolaknya UAS masuk Singapura ini, kata Guspardi, ramai diperbincangkan oleh netizen Indonesia di sejumlah forum. Masyarakat juga sudah banyak yang mention ke akun media sosial Kedutaaan Singapura untuk meminta penjelasan. Sementara UAS mengaku tidak memahami alasan dirinya beserta keluarga ditolak kedatangannya ke negara tersebut.

"Padahal, menurut UAS semua berkas-berkas administrasinya lengkap, seperti arrival card untuk masuk Singapura dan diyakininya tidak ada yang kurang," tutur Politisi PAN ini.

Legislator asal Sumatera Barat itu, mengakui dan memahami Singapura adalah negara yang memiliki aturan ketat. Hanya saja sebaiknya harus disampaikan aturan mana yang dilanggar UAS, sehingga tidak bisa masuk ke negara itu. Penjelasan Singapura penting agar tidak ada salah paham, yang bisa mengganggu hubungan kedua negara yang selama ini sangat harmonis.

UAS merupakan tokoh dan ulama besar yang di segabi di Indonesia dan dihormati banyak negara. Bahkan Negara Bureni Darussalam dan Malaysia sangat mengidolakan dan memberikan penghormatan tinggi terhadap beliau. "Namun sangat disayangkan diperlakukan dengan sangat tidak wajar oleh Singapura," tegas anggota komisi II DPR RI ini.

Oleh sebab itu, diharapkan pemerintah Indonesia minta penjelasan kepada Dubes Singapura alasan deportasi terhadap alumni Al-Azhar Kairo itu. Perlakuan negeri jiran itu dirasa sangat berlebihan dan menimbulkan rasa tidak adil di hati rakyat Indonesia. Pemerintah Singapura mesti memberikan penjelasan yang detail atas insiden terhadap UAS bersama rombongan.

"Jangan sampai ada like and dislike atau alasan yang tidak mendasar serta praduga yang tidak jelas. Kita berharap tidak boleh ada lagi kasus serupa menimpa WNI di Singapura," pungkas anggota Baleg DPR RI tersebut.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, DKI Jakarta
wwwwww