Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
10 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
11 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
14 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Jika AS Resesi, Ini yang Mungkin Terjadi di Indonesia

Jika AS Resesi, Ini yang Mungkin Terjadi di Indonesia
Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell berbicara selama konferensi pers di Washington DC Juli 2019 silam. (foto: ist./dok. afp via getty image)
Senin, 04 Juli 2022 19:29 WIB

JAKARTA - Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan kepada wartawan, Senin (4/7/2022), terdapat beberapa risiko yang harus dihadapi Indonesia terkait ancaman resesi AS.

Pertama, keluarnya modal asing. Kata Bhima dalam lansiran kompas yang dikutip GoNEWS.co, "Investor asing cenderung mengalihkan dana ke aset yang aman, memicu capital outflow di emerging market."

Baca Juga: PPKM Lanjut sampai Akhir Agustus 2021, Indonesia Diramal Bakal Resesi Lagi

Baca Juga: DPR: Jika Penyaluran Dana PEN Lambat, Dampak Resesi Sulit Ditanggulangi

Kedua, penyempitan likuiditas akibat terjadinya perebutan dana antara pemerintah dan bank. Bank yang tengah mengejar pertumbuhan kredit terganjal dengan kenaikan tingkat suku bunga. Menurutnya, perebutan dana antara pemerintah dan bank dalam menjaga tingkat pembiayaan defisit anggaran akan membuat dana deposan domestik berpindah ke SBN (surat berharga negara).

Ketiga, kenaikan suku bunga Fed rentan diikuti kenaikan tingkat suku bunga di negara berkembang. Sementara tidak semua konsumen dan pelaku usaha siap menghadapi kenaikan bunga pinjaman.

Baca Juga: Pemerintah Harus Memiliki Sense of Crisis Menghadapi Resesi Ekonomi Akibat Pandemi

Baca Juga: Senayan Bahas Resesi di 'Live IG'

"Imbasnya proyeksi permintaan konsumen rumah tangga bisa kembali menurun dan pelaku usaha akan terganggu rencana ekspansinya. Kredit perumahan dan kendaraan bermotor juga sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga," jelas Bhima.

Keempat, imported inflation atau inflasi akibat membengkaknya biaya impor bahan baku dan barang konsumsi. Situasi itu dipicu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Baca Juga: Lebih Heroik Mengawal Stimulus di Tengah Pandemi dan Resesi

Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Serius Berdayakan UMKM Ditengah Ancaman Resesi

"Beban biaya produksi terutama bagi perusahaan yang bahan bakunya bergantung pada impor dapat berisiko melemahkan PMI manufaktur," pungkasnya.

Sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga 75 basis poin (bps) pada 15 Juni. Forbes melansir, tindakan ini meningkatkan risiko kesalahan kebijakan: jika The Fed terlalu ketat dalam mencoba mengekang inflasi, hal itu dapat secara tidak sengaja memperlambat ekonomi sehingga menyebabkan resesi daripada pendaratan yang 'lunak'.

Baca Juga: Indonesia Resesi, 5 Juta Pengangguran Baru Bakal Lahir

Baca Juga: Gawat... Kata Kemenkeu, Indonesia Sudah Resesi

Ketua Fed Jerome Powell mengakui hal itu pada minggu berikutnya dalam kesaksian di hadapan Komite Perbankan Senat AS. Ketika ditanya apakah langkah The Fed dapat menyebabkan resesi, dia menjawab, "Ini sama sekali bukan hasil yang kami inginkan, tetapi itu pasti sebuah kemungkinan."***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Basket, DKI Jakarta
wwwwww