Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Diam dengan Kenaikan Harga BBM Naik, Berat bagi PDIP untuk Memenangkan Pemilu 2024

Diam dengan Kenaikan Harga BBM Naik, Berat bagi PDIP untuk Memenangkan Pemilu 2024
Ilustrasi Kampanye PDIP. (Foto: Istimewa)
Kamis, 08 September 2022 13:51 WIB

JAKARTA - Kandidat calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan dianggap akan sulit diterima oleh masyarakat karena tidak lantang menolak kenaikan harga BBM di tengah perekonomian yang masih sulit.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan, kenaikan harga BBM akan berpengaruh kepada PDIP dan kandidat capres yang akan mereka usung. Baik itu Puan Maharani, Ganjar Pranowo, ataupun yang lainnya.

"Mereka akan sulit untuk dapat diterima oleh publik, karena publik masih sangat merasakan betapa sulitnya akibat dampak kenaikan BBM," ujar Saiful, Kamis (8/9/2022).

Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini menilai, Puan, Ganjar, dan kandidat capres dari PDIP akan terganggu dengan adanya kenaikan BBM. Karena, publik akan terus mengingat ketidakberpihakan PDIP dalam upaya menekan harga BBM tidak naik.

"Sebagai partai wong cilik apalagi pernah melakukan penolakan-penolakan kenaikan BBM pada masa pemerintahan SBY, maka tentu publik akan melihat konsistensi PDIP sebagai partai wong cilik," jelas Saiful.

"Sangat berat tantangan bagi PDIP untuk dapat memenangkan Pemilu 2024 kalau isu BBM ini terus menggelinding dan menjadi isu yang terus dijadikan alasan oleh masyarakat," pungkas Saiful.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww