Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
21 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
23 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
4
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
5
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
21 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
12 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Metropolitan

BLT BBM Hanya Bersifat Sementara, MF Nurhuda Yusro: Perlu Solusi Kongkret dari Pemerintah

BLT BBM Hanya Bersifat Sementara, MF Nurhuda Yusro: Perlu Solusi Kongkret dari Pemerintah
Anggota Komisi VIII DPR RI, MF Nurhuda Yusro. (Foto: Istimewa)
Minggu, 18 September 2022 18:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pemerintah RI kadung menaikkan harga Bahan Bakar Minyak atau BBM bersubsidi seperti jenis pertalite dan solar. Sebagai solusi yang diambil atas beban masyarakat akibat naiknya harga BBM bersubsidi tersebut, pemerintah telah mengalokasikan bansos berupa BLT BBM sebesar Rp 600.000 (Bantuan Langsung Tunai BBM) untuk masyarakat.

Merespon Bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 600.000 untuk meredam dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diberikan tahap pertama, Anggota Komisi VIII DPR RI, MF Nurhuda Yusro langsung turun ke lapangan.

Saat terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat, Nurhuda tidak menemukan kendala dalam penyaluran BLT BBM itu. "Pelaksanaan memang berjalan lancar, tetapi ada catatan saya," ujarnya kepada GoNews.co, Minggu (18/9/2022).

Penerima manfaat menurut Nurhuda, sangat terbantu dengan adanya BLT BBM. Kebanyakan digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian yang harganya ikut naik sebagai dampak dari kebaikan harga BBM.

"Namun ada yang perlu harus diantisipasi karena nilai manfaat dari BLT BBM bersifat sementara, sedangkan masyarakat butuh solusi yang bersifat jangka panjang," tandasnya.

Hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah kata Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini, kenaikan harga BBM berdampak kepada semua sektor dan semua lapisan masyarakat.

"Sedangkan BLT BBM hanya diberikan kepada masyarakat miskin yang sudah terhimpun di data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Kita semua tahu masih ada problem di DTKS, ada warga yang layak menerima bantuan tapi tidak masuk DTKS, sebaliknya yang justru tidak layak ada juga yang masuk di DTKS sehingga ikut menerima bantuan. Kita meminta pemerintah segera perbaiki data ini secepatnya," urainya.

Pemerintah tegasnya, perlu memberi solusi konkret kepada lapisan masyarakat terdampak yang di luar data DTKS. "Selain itu pemerintah harus mencari solusi yang tepat agar perekonomian tidak terdampak terlalu besar," tukasnya.

Misalnya kata Dia, bagaimana UMKM yang diperkirakan terdampak cukup besar justru tidak mendapatkan BLT. "Karena saya juga bertemu dengan beberapa pelaku UMKM yang mengeluh," bebernya.

Jadi, BLT BBM tersebut untuk jangka pendek cukup efektif meredam dampak kenaikan harga BBM. "Tetapi untuk jangka panjang harus dipikirkan lagi solusinya," pungkasnya.***

wwwwww