Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
19 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
12 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
11 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
19 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
5
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
6
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
12 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

PKB: Bjorka Asli Terbahak-bahak Menghina Pemerintah yang Gagal Melacaknya

PKB: Bjorka Asli Terbahak-bahak Menghina Pemerintah yang Gagal Melacaknya
Ilustrasi Bjorka. (foto: Istimewa)
Senin, 19 September 2022 12:44 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Fraksi PKB Jazilul Fawaid (Gus Jazil) menyoroti penangkapan Muhammad Agung Hidayatullah alias MAH (21), pemuda asal Madiun, Jawa Timur. Polri menangkap MAH lantaran diduga berperan membantu hacker Bjorka.

Jazilul Fawaid merasa prihatin karena Polri belum berhasil menangkap Bjorka asli. Menurutnya, MAH yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu juga merupakan korban Bjorka. "Kasihan pemuda asal Madiun itu ditangkap, terjerat masalah hukum. Dia itu seakan menjadi korban dari Bjorka. Sementara Bjorka asli belum ditangkap, apalagi ketahui motifnya," ujar Gus Jazil kepada wartawan, Senin (19/9/2022).

Wakil Ketua MPR itu menilai, pemerintah gagal melacak keberadaan Bjorka. Hal itu, kata Jazilul, sekaligus membuktikan Indonesia masih lemah menghadapi teror siber dan hacker semacam Bjorka. "Bahkan, tragisnya admin Bjorka yang asli terbahak bahak menghina pemerintah Indonesia, yang gagal melacak dan menangkapnya," tegas anggota komisi hukum itu.

Gus Jazil pun berharap, pemerintah bisa segera menangkap Bjorka asli. Pemerintah, kata dia, harus membuktikan bahwa pertahanan siber nasional juga sudah kuat. "Saya berharap hacker Bjorka segera ditangkap. Sekaligus buktikan pertahanan siber kita kuat," ujarnya.

Diketahui, MAH ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga membantu hacker Bjorka untuk membuat akun di aplikasi Telegram. Ia tidak ditahan hanya dikenakan wajib lapor ke polisi.

Sedangkan hacker Bjorka masih menjadi target polisi lantaran membocorkan data milik Ketua DPR Puan Maharani, data pribadi milik Menkominfo Johnny G Plate, dan mengklaim mempunyai dokumen surat menyurat kepresidenan Joko Widodo (Jokowi) dengan Badan Intelijen Negara (BIN).***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww