Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
4
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
13 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Pertemuan Airlangga-Prabowo Dipastikan Bahas Politik Termutakhir

Pertemuan Airlangga-Prabowo Dipastikan Bahas Politik Termutakhir
Ketum Golkar Airlangga Hartarto saat bertemu Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, baru-baru ini. (foto: ist.)
Rabu, 21 September 2022 19:56 WIB
JAKARTA - Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo menyatakan kepada wartawan, Rabu (21/9/2022), pertemuan Airlangga Hartarto dengan Prabowo Subianto pasti membahas konstelasi politik terkini. Pasalnya, meski keduanya merupakan menteri kabinet Jokowi, keduanya juga merupakan Ketum partai politik.

"Itu pasti pertemuan sesama menteri, tapi juga pasti membahas bagaimana konstelasi politik mutakhir terkait beberapa perkembangan," ujarnya sebagaimana dikutip GoNEWS.co dari rilis yang beredar.

Lebih jauh, kata Ari, "Pertemuan menteri ini harus dibaca bagaimana sebenarnya mengarah pada 2 poros atau 3 poros."

"Tapi lebih berpeluang 3 pasangan," tambahnya.

Menurutnya, pertemuan itu dilandasi oleh Anies Baswedan yang menyatakan kesiapan untuk maju dalam kontestasi 2024. "Kuncinya adalah sebenarnya posisi Anies kemudian dengan statement itu menjadi katalisator bagaimana poros Nasdem, Demokrat, PKS itu semakin konkret karena figur Anies sudah siap," tandasnya.

Pernyataan Anies itu juga mendapati respons dari PDIP yang menyatakan akan mempertimbangkan mengusung calon sendiri dalam Pilpres 2024. Artinya, besar kemungkinan PDIP tidak akan menjalin koalisi dalam koalisi dengan partai lain. Setelah PDIP, giliran Golkar dan Gerindra memberikan respon. "Itu kemudian di-respons PDIP. Kemudian Pak Prabowo dan Pak Airlangga bertemu," ungkapnya.

Hal itu akan membuka kemungkinan kerjasama antara Golkar beserta KIB dan koalisi Gerindra-PKB. "KIB siap untuk maju sendiri, Gerindra-PKB juga siap maju. Ketika ini dikomunikasikan apakah ini membuka kemungkinan kerjasama KIB dan koalisi Gerindra? Ini juga harus menjadi pertimbangan," katanya.

Jika kerjasama itu terwujud, terbentuklah koalisi gemuk antara Golkar dan Gerindra. Di sisi lain, kekuatan politik itu akan menaikkan nilai tawar koalisi terhadap PDIP.

"Karena kalau koalisi ini bisa bertemu, itu saya pikir koalisi Gerindra dan Golkar akan bisa menjadi posisi tawar tersendiri bagi PDIP. Sehingga PDIP akan berpikir ulang untuk maju sendiri," tegasnya.

Meski demikian, Ari lebih condong pada kemungkinan adanya 3 poros dalam Pilpres 2024. "Pilihannya PDIP maju sendiri berarti ada 3 poros dan 3 capres, atau PDIP bergabung sekalian dengan Gerindra-Golkar. Itu bisa menjadi koalisi gemuk," pungkasnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww