Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
9 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
9 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Olympic

Sebelum Terlambat, Ganjar Disarankan Tinggalkan PDIP atau Mengubur Ambisi Jadi Presiden 2024

Sebelum Terlambat, Ganjar Disarankan Tinggalkan PDIP atau Mengubur Ambisi Jadi Presiden 2024
Ganjar Pranowo. (Foto: Istimewa)
Kamis, 22 September 2022 14:33 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kecenderungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak menghendaki Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024 makin kuat.

Analis politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiludin Ritonga mengatakan, indikasi tersebut terlihat saat Ganjar tidak diundang di acara PDIP di Semarang belum lama ini. Padahal dalam acara tersebut, ada sosok Puan Maharani yang juga digadang-gadang akan diusung di Pilpres 2024.

"Ganjar sudah tidak termasuk kandidat yang ada di kantong Megawati Soekarnoputri," kata Jamiludin lewat keterangannya, Kamis (22/9/2022).

Melihat indikasi tersebut, Jamiludin menilai Gubernur Jawa Tengah tersebut perli mengubur mimpinya menjadi calon presiden dari PDIP. Jika ingin tetap bertarung di Pilpres, jalannya adalah dengan mencari perahu baru.

"Mimpinya itu sebaiknya dikubur saja. Kalau memang tetap berambisi menjadi capres, saatnya Ganjar melirik partai lain menjadi perahunya. Itu sebaiknya segera diputuskannya sebelum terlambat,” tutupnya.

Citra Kian Jelek Gegara Eko Kuntadi.

Citra Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo diyakini telah tercoreng gara-gara ulah mantan Ketua Umum (Ketum) Relawan Ganjarist, Eko Kuntadhi yang menghina Ustadzah Ponpes Lirboyo, Imaz Fatimatuz Zahra atau Ning Imaz.

Bahkan menurut Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam, ulah Eko tersebut telah merusak citra Ganjar di mata para kiai dan tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia.

"Sudah saatnya Eko tobat dan introspeksi diri sehingga tidak melakukannya lagi, apalagi ini sudah menyangkut keluarga besar NU dan tokoh-tokoh besar yang ada di dalamnya," ujar Saiful, Senin (19/9/2022).

Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini meyakini, kader dan simpatisan NU di seluruh Indonesia merasa kecewa dengan pernyataan Eko yang menghina putri Kiai Pondok Lirboyo Kediri. "Apalagi kata-kata yang bersangkutan seringkali menyinggung umat Islam yang sebagian besar merupakan agama yang dianut oleh rakyat Indonesia," kata Saiful.

Dengan peristiwa itu, Ganjar pun perlu turun tangan dan tidak memberikan kepercayaan kepada orang-orang yang cenderung akan memberikan persepsi buruk baginya.

"Ini sangat merugikan Ganjar dengan apa yang menimpa Eko, tentu karena yang bersangkutan adalah bagian dari Ganjarist yang selalu memberikan dukungan kepada Ganjar," pungkas Saiful.***

wwwwww