Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
13 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
17 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
12 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Voli

Resmikan UIN Abdurrahman Wahid Pekalongan, Menag Launching Hari Santri

Resmikan UIN Abdurrahman Wahid Pekalongan, Menag Launching Hari Santri
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Kemenag)
Kamis, 29 September 2022 12:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

PEKALONGAN - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas me-launching peringatan Hari Santri tahun 2022 bertempat di Kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) KH Abdurrahman Wahid Pekalongan pada Selasa malam (27/9/2022).

Hadir pada acara tersebut, Kakanwil Kemenag Se-Indonesia, Kepala Kemenag Kab/Kota se-Jawa Tengah, Kepala Seksi PAKIS, Kepala Seksi PD Pontren se Jawa Tengah. Ribuan mahasiswa, santri, dan masyarakat tampak memadati lapangan kampus II UIN KH Abdurrahman Wahid.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutanya mengingatkan para santri tentang adanya pihak yang tidak suka dan benci dengan kemajuan para santri. Mereka melakukan generalisasi secara berlebihan atas peristiwa yang terjadi di pesantren. Menag mencontohkan, ketika ada satu atau dua santri yang diduga melakukan tindak kekerasan, hal itu kemudian digeneralisasi seakan menjadi potret perilaku umum para santri.

"Hal itu dilakukan karena ketidaksukaan. Ini harus dijawab oleh para santri," pesan Menag yang disampaikan melalui keteranan pers pada Kamis (29/9/2022) di Jakarta.

"Kebencian dan ketidaksukaan terhadap para santri harus dilawan. Kebencian itu harus dilawan dengan prestasi, belajar yang benar dan sungguh-sungguh, sehingga apa yang dituduhkan oleh orang yang tidak suka dengan gemilangnya para santri itu terjawab karena para santri benar-benar bisa diandalkan," sambungnya.

Menag juga berpesan kebencian orang lain jangan dilawan dengan kebencian yang sama. Jika ada orang tidak suka dengan para santri, hal itu harus dijawab dengan prestasi. "Bukan kita melawannya dengan kebencian, tapi prestasi. Saya yakin para santri mampu menunjukkan prestasinya," tutur Menag.

Untuk diketahui, Hari Santri diperingati sejak tahun 2015, setelah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Menag mengingatkan bahwa negara menganugerahkan Hari Santri karena jasa para santri terdahulu. Mereka ikut berjuang, mempertaruhkan nyawa, harta, dan semua yang dimiliki demi kemerdekaan Indonesia.

"Hari Santri adalah pemberian, anugerah, penghargaan dari Pemerintah, Presiden Joko Widodo kepada para santri yang diakui telah memperjuangkan kemerdekaan negeri ini," tandasnya.

"Hari Santri itu pengakuan atas jasa masa lalu. Itu bukan pengakuan atas apa yang kalian lakukan sekarang," sambungnya.

Untuk itu, Menteri Agama mengajak para santri masa kini untuk meneruskan perjuangan pendahulunya dengan belajar secara bersungguh-sungguh. "Gunakan kesempatan yang ada untuk menempa diri dan mengukir prestasi," pungkasnya.***

wwwwww