Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
20 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Olympic

Tragedi Kanjuruhan, FIFA Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Tragedi Kanjuruhan, FIFA Kibarkan Bendera Setengah Tiang
Bendera anggota FIFA. (Foto: FIFA Media)
Senin, 03 Oktober 2022 18:13 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - FIFA mengibarkan bendera setengah tiang di markas pusat sebagai bentuk penghormatan para korban Tragedi Kanjuruhan.

Dunia sepak bola Indonesia kembali berduka saat partai Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya tersaji di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) malam WIB.

Duel bertajuk Derbi Jawa Timur tersebut berakhir dengan kerusuhan setelah tuan rumah Arema FC takluk dari Persebaya Surabaya dengan skor 2-3.

Kekalahan tersebut adalah yang pertama bagi Arema FC setelah 23 tahun tak terkalahkan saat bermain di kandang dari Persebaya Surabaya.

Pascalaga, beberapa pendukung memasuki lapangan untuk meluapkan kekecewaannya atas hasil tersebut terhadap para pemain dan ofisial Arema.

Seperti dilaporkan sebelumnya, kericuhan semakin melebar dengan terjadinya kepanikan massa akibat adanya tembakan gas air mata oleh aparat kepolisian.

Hingga berita ini diterbitkan, tercatat ada sekitar 182 korban jiwa dan lebih dari 300 orang yang mendapatkan perawatan.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan melalui laman resmi otoritasnya bahwa ini adalah hari yang gelap bagi seluruh insan sepak bola. "Dunia sepak bola sedang syok menyusul insiden tragis yang terjadi di Indonesia,” kata Presiden FIFA Gianni Infantino.

"Semua bendera Asosiasi & Konfederasi Anggota FIFA sekarang berkibar setengah tiang di markas besar FIFA, sebagai penghormatan kepada semua orang yang kehilangan nyawa,".***

wwwwww