Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
14 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
18 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
15 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
13 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
20 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Niluh Djelantik Mundur, NasDem: Mati 1 Tumbuh 1.000!

Niluh Djelantik Mundur, NasDem: Mati 1 Tumbuh 1.000!
Wakil Sekjen NasDem Hermawi Taslim. (Foto: DPP NasDem)
Selasa, 04 Oktober 2022 14:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Partai NasDem tidak pusing Niluh Djelantik keluar dari partai karena Ketua Umum NasDem Surya Paloh mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden. 

Wakil Sekjen NasDem Hermawi Taslim mengatakan, Niluh sebagai Ketua Departemen Bidang UMKM DPP Partai NasDem tidak punya kontribusi apapun.

"Mati satu tumbuh seribu. Saya pikir lebih baik begitu ya, karena Niluh selama ini juga kan tidak berbuat apa-apa untuk partai, tidak ada aktivitas apapun," ujar Hermawi Taslim dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/10/2022).

Sudah tiga tahun menjabat, Niluh tidak memiliki kinerja yang jelas. Bidang UMKM masih kosong dan belum terbentuk, tidak ada personil sama sekali. Maka, Taslim menilai langkah mundurnya adalah pilihan yang tepat. "Jadi, mundur pilihan yang paling pas buat Niluh," ujarnya.

Taslim mengaku sudah mengeluh lama kepada DPP NasDem karena kekosongan departemen UMKM. Itu ia sampaikan jauh sebelum deklarasi Anies sebagai bakal calon presiden. "Keputusan Niluh mundur seperti gayung bersambut," terangnya.

Bagi NasDem mundurnya Niluh tidak berdampak apapun ke partai. Malah NasDem mendapatkan respon positif karena mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden.

Ia mengungkap, Setiap hari selalu ada penambahan jumlah keanggotaan Partai NasDem, pada saat deklarasi Anies (kemarin) hingga siang ini, ada penambahan anggota baru melalui sistem E-KTA sejak deklarasi Anies kemarin sejumlah 3.601 orang. Info tersebut diperoleh dari sistem digital keanggotaan Partai NasDem.

"Saya meyakini jumlah masyarakat yang akan menjadi kader NasDem akan terus bertambah. Seperti istilah atau pepatah mati satu tumbuh seribu dan esa hilang, seribu terbilang," ujarnya.

Sebelumnya, Niluh Djelantik mengumumkan mundur dari NasDem melalui media sosialnya. Tokoh masyarakat Bali ini mundur setelah NasDem mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden.

wwwwww