Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
19 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
19 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
19 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
20 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Terpapar Gas Air Mata Kedaluwarsa, Mahasiswi Malang Ini Matanya Merah dan Perih

Terpapar Gas Air Mata Kedaluwarsa, Mahasiswi Malang Ini Matanya Merah dan Perih
Kevia Naswa korban luka kanjuruhan Malang (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim).
Selasa, 11 Oktober 2022 21:20 WIB

MALANG - Kevia Naswa (18), salah satu mahasiswi baru Kampus Widyagama Malang, menjadi korban luka terkena gas air mata saat Tragedi Kanjuruhan. Matanya memerah dan perih.

Perempuan yang tinggal di Perum New Puri Kartika Sari, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, itu mengaku bahwa matanya terus memerah sejak peristiwa kelam Sabtu (1/10/2022) malam.

Remaja yang mengambil jurusan keperawatan semester I ini mengaku matanya perih sejak terkena efek gas air mata yang disebut kedaluwarsa. Bahkan saat itu dirinya sempat tidak mampu melihat apapun. Meski sempat khawatir mengalami kebutaan, namun dirinya bersyukur akhirnya melihat dunia lagi.

Meski matanya masih memerah, dirinya berharap matanya kembali normal seperti sediakala. Selain matanya masih memerah, dirinya sempat sesak nafas berhari-hari dan pusing karena menghirup gas air mata. "Mata memerah dan perih, nggak bisa lihat itu 3 harian. Trus dibarengi sesak nafas dan pusing berhari-hari. Sekarang normal," tambahnya.

Dia mengaku selain mata dan dadanya, efek lain gas air mata itu muncul bintik-bintik kayak flek di wajahnya. Saat itu wajahnya terasa panas dan perih. "Bintik-bintik di wajah itu kayak pasir muncul selama 3 hari, setelah itu hilang," tandasnya.

Tak hanya mata memerah, sesak nafas dan wajah panas serta perih saja yang dialami. Kaki dan tangannya tidak bisa digerakkan. Jari tangan dan kaki kanannya masih diperban dan jalan masih pakai kruk.

Karena trauma yang dialami, tiga jari Kevia di bagian tangan kanan masih sulit digerakkan. Keluarga korban pun berencana untuk membawanya ke fisioterapi. Hal itu diungkapkan ibu korban Triwah Kus. "Kalau kata dokter trauma katanya (Jarinya sulit digerakkan). Cuman ini nanti mau saya bawa ke fisioterapi karena takutnya berlarut-larut nggak bisa sekolah. Untuk pusing, sesek nggak. Tinggal tangan sama kaki," tandanya.

Saat ditanya soal gas air mata kedaluwarsa efeknya akan turun, Kevia mengaku merasakan perih, tidak bisa melihat dan sesak nafas berhari-hari. "Saya tidak tahu itu kedaluwarsa apa tidak. Tapi yang saya rasakan mata saya memerah dan wajah saya perih. Saya tidak bisa melihat dan sesak nafas berhari-hari," tegasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Non Olympic, Sepakbola, Jawa Timur
wwwwww