Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
21 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
16 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
4
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
18 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
14 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Di Balikpapan, Kemenpora dan Komisi X DPR Sosialisasi UU Nomor 11 Tahun 2022

Di Balikpapan, Kemenpora dan Komisi X DPR Sosialisasi UU Nomor 11 Tahun 2022
Plt Sesemenpora, Jonni Mardizal dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian saat acara Sosialisasi UU Keolahragaan di Balikpapan. (Foto: Humas Kemenpora)
Sabtu, 15 Oktober 2022 17:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution

BALIKPAPAN - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) bersama Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Hetifah Sjaifudian melakukan sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan di Gran Senyiur Hotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (14/10/2022).

Plt Sesmenpora Jonni Mardizal mengatakan, sosialisasi ini penting dilakukan untuk diketahui masyarakat secara luas. Ada beberapa poin yang disampaikan dalam kesempatan ini. “Banyak hal yang disampaikan. Misalnya tentang pendanaan, kemudian diharapkan bagaimana daerah bisa membina cabang olahraga unggulan. Lalu juga ada bagaimana perlindungan terhadap atlet. Soal suporter dan juga penonton,” kata Jonni.

Jonni melanjutkan, melalui Undang-Undang ini juga diharap cita-cita Indonesia untuk berada diperingkat lima pada Olimpiade 2044 bisa terwujud. Jelas target ini harus dilakukan secara sinergi semua pihak.

“Kita juga ingin fokus dalam peningkatan prestasi olahraga, fokus meningkatkan kebugaran masyarakat, membudayakan olahraga, serta menjadikan olahraga sebagai gaya hidup. Bagaimana juga kita menjaring talenta dan menyiapkan atlet yang kedepannya bisa meraih prestasi,” ujar Jonni.

Sementara itu, Hetifah Sjaifudian juga menyampaikan hal yang sama. Dia memandang perlu adanya sinergi yang baik dari semua pihak untuk bisa menyukseskan sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

“Ini perlu di sosialisasikan, jadi begini untuk apa kita punya aturan kalau tidak dilaksanakan. Kunci dari keberhasilan pelaksanaan tergantung dari seluruh komponen dan stakeholder olahraga,” jelasnya. ***

wwwwww