Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
16 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
12 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
18 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
11 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
24 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Olympic

NasDem Sebut Andika Perkasa dan Khofifah Masuk Radar Cawapres Anies

NasDem Sebut Andika Perkasa dan Khofifah Masuk Radar Cawapres Anies
Jenderal Andika Perkasa dan Khofifah. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 15 Oktober 2022 12:48 WIB

JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai NasDem Hermawi Taslim mengatakan Panglima TNI Andika Perkasa dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa masuk dalam daftar Cawapres NasDem. Kendati demikian, Hermawi mengatakan keputusan akhir ihwal Cawapres diserahkan sepenuhnya pada Anies.

"Andika dan Khofifah nama-nama yang ada dalam list kita. Tapi kita serahkan kepada Anies untuk memilihnya," kata Hermawi, Jumat, 14 Oktober 2022.

Cawapres, kata dia, mesti kompatibel, bisa menambah elektabilitas, serta dapat bekerja sama dengan Anies. "Pendamping Anies adalah yang bisa kompatibel, menambah tinggi elektabilitas, dan bisa kerja sama dengan Anies," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, menyebut partainya bersama calon mitra koalisi bakal membicarakan kriteria pendamping Anies Baswedan yang telah dideklarasikan sebagai capres 2024. Partai NasDem disebut-sebut bakal menjalin koalisi dengan Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kriteria cawapres bakal dibahas dengan calon mitra koalisi. Ali menjelaskan, hingga saat ini ketiga partai belum menyepakati terbentuknya koalisi. Ke depannya, kata dia, Partai NasDem bersama Demokrat dan PKS akan terlebih dulu membahas kriteria sosok cawapres sebelum mendeklarasikan koalisi.

"Sampai hari ini koalisi belum terbentuk. Syarat itu kita bicarakan ke depan buat kita. NasDem ingin koalisi yang setara, yang sama dengan Partai NasDem. Karena itu penting dibicarakan lebih awal (kriteria Cawapres)," kata Ali kepada Tempo, Sabtu, 8 Oktober 2022.

Ali menyebut kriteria cawapres yang dimaksud mesti memberi peluang besar kepada Anies Baswedan untuk menjadi pemimpin. Dia turut mengatakan partainya bersama calon mitra koalisi mesti meyakini jika Anies akan mencari orang yang tepat dan dapat diterima semua pihak.

Selanjutnya, kata Ali, kriteria cawapres ini bakal disampaikan kepada Anies. Ali menegaskan sedari awal Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, memberikan otoritas bagi Anies untuk memilih sendiri pendampingnya di Pilpres 2024.

"Saya pikir lebih fair kalau koalisi atur kriteria, itu yang nanti dipegang Anies. Kalau kemudian kita bicara bahwa cawapres kita serahkan pada Anies dan kriteria bersama-sama disepakati oleh partai koalisi," ujarnya.

Sementara itu, Surya Paloh mengatakan bakal sepenuhnya menyerahkan keputusan cawapres kepada Anies. Ia meminta kepada calon mitra koalisi untuk legawa dan memberikan Anies kesempatan dalam memilih wakilnya. "Soal cawapres kalau NasDem sudah kasih otoritas sama Bung Anies. Bagaimana kita tiba-tiba pilih Cawapres yang gak cocok sama dia? Itu namanya cari penyakit," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww