Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
22 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
22 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
22 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
22 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Kondisi Stadion GBT Hanya Ada Catatan Minor dari FIFA

Kondisi Stadion GBT Hanya Ada Catatan Minor dari FIFA
Menpora Amali saat memberikan keterangan soal kondisi GBT Surabaya Jawa Timur. (Foto: Humas Kemenpora)
Minggu, 16 Oktober 2022 16:11 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURABAYA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyampaikan secara keseluruhan tidak ada masalah dengan Stadiion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jawa Timur sebagai tempat penyelenggaraan Piala Dunia U 20 Tahun 2023. Menpora Amali hanya menyebut ada catatan minor yang salah satunya adalah rumput lapangan.

"Saya sudah keliling sebagaimana gambaran dari awal masuk bus, pemain masuk ke kamar ganti, selanjutnya ke beberapa tempat. Memang ada catatan seperti rumput dan berbagai catatan lainnya tetapi itu minor, tidak menjadi catatan major yang membuat kita khawatir," jelasnya di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (15/10/2022) malam.

Memang mengenai rumput karena pada awalnya dipersiapkan untuk tahun 2021 tetapi karena pandemi FIFA mengundur hingga 2023. Ada kebijakan dapat dipakai kegiatan olahraga, namun ketika nanti diadakan perbaikan dan perawatan lagi guna persiapan Piala Dunia U-20 untuk sementara tidak boleh digunakan pihak lain.

"Jadi begini, ini stadion dipersiapkan 2021, tapi FIFA mengundur tahun 2023, makanya ada kebijakan boleh digunakan dan pasti rumput perlu perbaikan dan perawatan kembali, dan saya sebagai penanggung jawab penyelenggaraan sudah berkirim surat kepada FIFA bahwa renovasi akan dimulai insyaallah akhir Oktober ini," jelasnya.

"Berarti setelah diadakan renovasi lagi, maka tidak boleh untuk kegiatan lain sampai nanti penyelenggaraan Piala Dunia U-20 berakhir," tambahnya.

Bahkan untuk lebih memastikan sterilisasi dari penggunaan stadion dari lain-lain kegiatan, telah disampaikan kepada PSSI agar penyelenggaraan liga tidak menggunakan stadion-stadion yang dipersiapkan untuk gelaran Piala Dunia U-20 tersebut.

"Saya sudah sampaikan ke PSSI, dan menurut informasi PSSI sudah mengkomunikasikan dengan klub-klub bahwa Liga 1, Liga 2, bahkan jika ada Liga 3 untuk sementara demi kepentingan yang lebih besar tidak menggunakan, dan mereka sudah oke," tutupnya. ***

wwwwww