Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
20 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
20 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
19 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
20 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Miliki Fasilitas Luar Biasa Pasca PON, Menpora Amali Dukung Olahraga Papua Terus Bangkit

Miliki Fasilitas Luar Biasa Pasca PON, Menpora Amali Dukung Olahraga Papua Terus Bangkit
Menpora Amai mendukung olahraga Papua terus bangkit. (Foto: Humas Kemenpora)
Selasa, 25 Oktober 2022 00:09 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAYAPURA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mendorong sekaligus mendukung Provinsi Papua kembali bangkit melalui olahraga. Hal Itu Menpora Amali sampaikan usai menjadi penguji eksternal Promosi Doktor Kenius Kogoya di Auditorium Universitas Cendrawasih, Kampus Uncen Abepura, Jayapura, Papua.

"Jadi, sekali lagi, saya sebagai pemerintah dan sebagai guru besar mengapresiasi atas apa yang dilakukan oleh Uncen ini adalah hal yang luar biasa dan hal hebat untuk bagaimana Papua bangkit dengan olahraga," kata Menpora Amali, Senin (24/10/2022).

Menurut Menpora Amali, olahraga bagi orang asli Papua adalah menjadi passion, sekaligus mendukung sebagaimana yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo yang akan menjadikan Papua sebagai provinsi olahraga.

"Saya kira ini menjadi pekerjaan kita bersama tetapi nanti kita akan diskusi dengan DPRD Papua, Uncen dan Ketua Umum KONIDA Papua Dr. Kenius Kagoya untuk bagaimana agar Papua menjadi provinsi olahraga. Sebab, jika tidak ditindaklanjuti ini akan sia-sia," ujar Menpora Amali menguraikan.

"Hasil penelitian dari Kenius Kagoya juga ini saya kira menunjukkan bahwa masyarakat Papua ini umumnya passionnya adalah olahraga. Dan olahraga menjadi harga diri, dan martabat orang asli papua karena dalam olahraga ada unsur sportivitas, disiplin, jujur, kompetisi dan sebagainya," tutur Menpora Amali menambahkan.

Terlebih Papua saat ini memiliki fasilitas olahraga yang berstandar internasional. Pemerintah akan terus mendorong agar fasilitas yang ada tak menganggur.

"Dan ini kita dorong, apalagi Papua sekarang fasilitasnya sudah luar biasa pasca PON lalu yang ada fasilitas yang tidak dimiliki provinsi lain. Nah jangan sampai itu mubazir tak bisa digunakan," katanya.

Sesuai Perpres No.86 tentang DBON, pemerintah menempatkan Papua sebagai salah satu sentra pembinaan talenta-talenta muda. "Dan saya tegaskan pembinaan untuk talenta-talenta baik di usia dini maupun setelah itu, saya langsung tempelkan dengan perguruan tinggi. Tujuannya, di perguruan tinggi SDM nya banyak, pemeliharaannya pasti dan banyak penggunanya," paparnya.

"Untuk Papua sentranya saya tempatkan di Universitas Cendrawasih. Untuk even-,even olahraga kita sedang bicarakan dengan KONI dan Pasifik tapi karena Covid akhirnya tidak jadi, tapi rencana untuk membuat olahraga kekeluargaan diantara negara-negara pasifik kita dorong terus," pungkas Menpora Amali.

Sementara, Ketua KONI Papua Kenius Kogoya berharap akan lebih banyak lagi even-even dilaksanakan di Bumi Cendrawasih.

"Sebetulnya tidak ada kendala hari ini fasilitas olahraga yang dibangun negara dan pemda harus dimanfaatkan dengan membawa banyak even olahraga. Kami di KONI Papua juga memeliki program-program yang dilakukan salah satunya even Solidarity Game dan ini kami harapkan bisa dilaksanakan satu tahun sekali. Apalagi masyarakat olahraga Papua sudah siap menyelenggarakan even even seoerti itu (Asia Pasifik)," tambah Kenius Kogoya. ***

wwwwww