Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
10 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
22 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
24 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
22 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
24 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
20 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Home  /  Berita  /  Olympic

Sambut Sumpah Pemuda, Ini Pesan Ahmad Rizki Sadig saat Sosialisasi 4 Pilar MPR di Tulunggagung

Sambut Sumpah Pemuda, Ini Pesan Ahmad Rizki Sadig saat Sosialisasi 4 Pilar MPR di Tulunggagung
Anggota MPR RI, Ahmad Rizki Sadiq saat Sosialisasi 4 Pilar MPR di Tulunggagung. (Foto: Istimewa)
Selasa, 25 Oktober 2022 14:18 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

TULUNGAGUNG - Anggota MPR RI dari Fraki PAN, Ir. Ahmad Rizki Sadig, M.Si. mendorong masyarakat agar ikut aktif menyampaikan 4 pilar kebangsaan kepada masyarakat. Sosialisasi ini menurutnya sangat dibutuhkan untuk menjaga keutuhan dan kerukunan bangsa Indonesia.

Hal itu dikatakan Ahmad Rizki Sadig dalam acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, sekaligus menyambut Hari Sumpah Pemuda di Gedung Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Senin (25/10/2022). Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan kalangan milenial.

"Tugas terberat adalah menyampaikan intisari nilai-nilai kebangsaan ini kepada masyarakat, yang sesungguhnya nilai-nilai itu sudah kita miliki sejak dulu," ungkapnya.

Ia menegaskan seluruh elemen bangsa harus memperkuat dan menerapkan nilai-nilai kebangsaan. Nilai-nilai kebangsaan tersebut terkandung dalam empat konsensus kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Wakil Ketua Fraksi PAN DPR RI berpendapat, cara penyampaian nilai-nilai kebangsaan harus mudah dan sederhana. Dengan begitu makna yang akan disampaikan bisa dipahami untuk kemudian diamalkan seluruh masyarakat.

Polistisi asal Jawa Timur itu mengatakan, Sosialisasi 4 Pilar MPR RI dengan cara yang mudah dipahami merupakan bagian dari upaya merestorasi cara berperilaku bangsa lewat peningkatan pemahaman nilai-nilai kebangsaan oleh masyarakat. Ahmad Rizki Sadiq menilai semua orang memiliki kemampuan adaptif untuk mempertahankan hal-hal yang diyakininya.

"Dalam hal mengatasi ancaman terhadap ideologi bangsa, tinggal bagaimana cara kita membangkitkan adaptive resilience dalam diri kita. Empat pilar negara ini penting rasanya untuk kami sampaikan kepada masyarakat khususnya kawula muda," tandasnya.

Menurutnya, pemahaman dini terhadap empat pilar negara dapat menghindarkan perilaku-perilaku tidak terpuji, yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang banyak. Seperti penyalahgunaan Narkoba, mengkonsumsi alkohol, tawuran antar sekolah dan perilaku menyimpang lainnya. Ia berharap, kaum muda bisa mengikuti dan mendalami pengetehuan mengenai empat pilar negara.

Empat Pilar MPR RI yaitu Pancasila, UUD, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, menurutnya juga lahir dari semangat sumpah pemuda yang dideklarasikan pada 28 Oktober 1928. Namun sayangnya, nilai-nilai sumpah pemuda itu mulai luntur dari kalangan anak muda masa kini, yang terpengaruh oleh budaya asing.

"Empat adalah komitmen sumpah pemuda pada tahun 1928. Jadi harus dibangkitkan kembali. Ini adalah kebangkitan dari empat pilar, terutama dalam sumpah pemuda," tegasnya.

Perjuangan founding fathers ketika itu kata Riski masih harus dilakukan sampai saat ini. Sehingga perlunya membangun komunikasi dan komitmen kepada negara, dalam membangun bangsa. "Kalau semangat itu hilang, lunturlah bangsa ini," urainya.***

wwwwww