Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
22 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Beladiri

Polisi Pengamanan KTT G20 Tewas Ditusuk Usai Cancel Cewek MiChat karena Tak Sesuai Foto

Polisi Pengamanan KTT G20 Tewas Ditusuk Usai Cancel Cewek MiChat karena Tak Sesuai Foto
Foto cewek Michat yang dipesan korban. (Foto: Istimewa)
Kamis, 17 November 2022 11:32 WIB

JAKARTA - Seorang polisi yang berjaga untuk pengamanan G20 yang tewas karena melakukan cancel (pembatalan) terhadap cewek MiChat dan meminta uang kembali. Diduga korban berinisial FNS (22) membatalkan bookingan karena Luh KDS di kenyataan dan pada foto yang terpampang di MiChat berbeda.

Diketahui, peristiwa yang menghilangkan nyawa seorang polisi itu berlangsung di sebuah hotel di Denpasar, Rabu (16/11) pukul 01.00 Wita. Kejadian bermula saat korban FNS (22) yang merupakan polisi yang bertugas dalam pengamanan G20 memesan PSK cewek melalui aplikasi MiChat.

FNS pun memesan seorang cewek MiChat berinisial Luh KDS. Setelah tawar-menawar selesai, akhirnya mereka sepakat bertemu di Hotel Permata Dana, Jalan Pidada V, Ubung, Denpasar, Bali.

Akan tetapi, sesampainya di hotel, ternyata FNS ingin membatalkan transaksi tersebut. Diduga korban FNS menganggap tidak sesuai dengan keinginan. Belum diketahui persis mengapa korban menilai tidak sesuai dengan keinginannya.

Namun, diduga antara foto cewek yang ada di aplikasi MiChat tidak seperti saat mereka bertemu langsung. Alhasil, korban FNS pun meminta uang yang sudah diberikan kepada korban Luh KDS kembali.

Ternyata, permintaan korban FNS ini mengakibatkan terjadi keributan. Luh KDS pun berteriak hingga terdengar pengunjung atau warga lainnya. Teriakan Luh KDS tersebut membuat seorang yang berinisial Alvin datang membantu.

Alhasil, korban FNS pun terlibat berkelahian dengan terduga pelaku bernama Alvin ini hingga terjadi penusukan. "Ribut karena korban membatalkan transaksi dan minta uang kembali. Terjadilah cekcok sampai terjadi penusukan," jelas sumber di lapangan.

Disebut korban FNS ditikam menggunakan senjata tajam yang mengenai leher bagian kanan. Seorang Satpam di lokasi pun datang untuk mengamankan situasi. Akan tetapi, terduga pelaku bernama Alvin sudah kabur lebih dulu.

Sedangkan korban yang berlumuran darah dibawa ke RSUD Wangaya di Jalan Kartini, Denpasar. Akan tetapi, dikabarkan korban FNS yang asal Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan itu meninggal dunia. "Sempat terjadi perkelahian antara korban dan pelaku, tapi setelah pelaku kabur, korban mengaku ditikam oleh pelaku yang sudah kabur itu," jelasnya.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Ketut Sukadi ketika coba dikonfirmasi mengaku belum mendapat informasi terkait penusukan terhadap anggota polisi pengamanan G20 tersebut. "Saya masih cari datanya. Saya belum dapat laporan," kata Iptu Ketut Sukadi.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Badminton, Bali
wwwwww