Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
23 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
2
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
22 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
3
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
22 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
4
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
24 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
5
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
22 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
6
KMSPJ Serahkan Piala JYA 2026 ke Atlet Catur Mahasiswi UNJ Laysa Latifah
Metropolitan
23 jam yang lalu
KMSPJ Serahkan Piala JYA 2026 ke Atlet Catur Mahasiswi UNJ Laysa Latifah
Home  /  Berita  /  Kriminal

Legislator Golkar Pertanyakan Mandeknya Proyek Smelter di Kalbar

Legislator Golkar Pertanyakan Mandeknya Proyek Smelter di Kalbar
Ilustrasi smelter. (foto: ist./123rfcom)
Senin, 28 November 2022 13:39 WIB
JAKARTA - Legislator Komisi VII Fraksi Golkar DPR RI Lamhot Sinaga dalam siaran parlemen yang dibaca pada Senin (28/11/2022), menyampaikan sorotan atas mandeknya proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Menpawah di Kalimantan Barat akibat sengketa antara PT Pembangunan Perumahan (PTPP) dengan BUMN asal China, China Aluminium International Engineering Corporation Ltd (Chalieco).

Menurutnya, permasalahan ini berkepanjangan tanpa ada penyelesaian. Padahal, berdasar rapat Komisi VII DPR RI pada Maret 2022 lalu, jika permasalahan antara PTPP dengan Chalieco tidak diselesaikan maka diputuskan untuk determinasi.

"Sampai hari ini sudah sebulan lebih (setelah rampungnya mediasi PTPP dengan dengan Chalieco pada akhir Oktober 2022), kenyataannya tidak ada langkah-langkah penyelesaian, apakah determinasi atau tidak. Kita habis waktu. Kalau kita menyadari karena yang paling parah, SGAR Mempawah (yang dimiliki PT Borneo Alumina Indonesia/BAI) ini sudah keluar dari PSN (Proyek Strategis Nasional). Nah, dengan dikeluarkannya (SGAR Mempawah) dari PSN, apakah yang bertanggung jawab MIND ID ataukah direksinya BAI?" tanya Lamhot sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Lamhot menegaskan, harus ada pihak yang memikul tanggungjawab setelah proyek SGAR Mempawah dikeluarkan dari PSN. "Jangan kita biarkan. Ini masalah serius. Seingat saya direksi BAI diganti semua. Sampai hari ini belum ada direksi yang definitif. Setahu saya itu terakhir hanya 1 direksi BAI. Kok direksinya 6 bulan dibiarkan enggak ada, hanya satu orang. Mana mungkin, persoalan sudah sangat besar. Sudah dikeluarkan dari PSN, masalahnya besar, direksinya enggak kunjung ditunjuk untuk yang definitif. Ini aneh," tandas Lamhot.

Sebagai gambaran, pada Maret 2022 silam, Komisi VII DPR RI mendesak agar perselisihan yang terjadi antara PTPP dengan Chalieco dapat diselesaikan pada akhir April 2022. Kala itu, jika permasalahan tidak terselesaikan sampai akhir April, Komisi VII DPR RI mendorong untuk segera determinasi. Untuk itu, Komisi Energi mendorong MIND ID agar dapat berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, yaitu Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pada akhir Oktober 2022 lalu, Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi mengungkapkan PTPP kembali mengerjakan proyek SGAR Mempawah setelah rampungnya mediasi dengan Chalieco, yang disaksikan langsung oleh pihak Jamdatun sebagai mediator. Proyek kapasitas 1 juta ton per tahun senilai 1,7 miliar dollar AS ini dikerjakan Chalieco (75 persen) bersama dengan PTPP (25 persen) sebagai pihak pemegang konsorsium EPC.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Kriminal, DKI Jakarta, Kalimantan Barat
wwwwww