Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
20 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
21 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
17 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
15 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Wanita Emas Tuding Pilpres Didesain untuk Ganjar, PDIP: Bila Ada Bukti Sampaikan ke Aparat

Wanita Emas Tuding Pilpres Didesain untuk Ganjar, PDIP: Bila Ada Bukti Sampaikan ke Aparat
Politisi senior PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno. (Foto: Istimewa)
Minggu, 25 Desember 2022 15:55 WIB

JAKARTA - Tudingan wanita emas atau Hasnaeni bahwa Pemilu 2024 sudah didesain untuk memenangkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo enggan ditanggapi serius oleh politisi senior PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno.

Hendrawan menyarankan agar tudingan Hasnaeni diselesaikan melalui pembuktian secara hukum. "Kalau gerutu, omelan, dugaan tak berdasar, dianalisis, kita yang waras akan pusing. Yang penting bila ada bukti, sampaikan kepada aparat pengawas atau aparat penegak hukum,” kata Hendrawan, Minggu (25/12/2022).

Dia menambahkan bahwa selama ini banyak masyarakat yang telah melakukan kecurangan dengan cara yang kurang elegan karena adanya sindrome ketakutan dan ketidakpercayaan.

"Kita sering membayangkan dan memproyeksikan praktik-praktik tercurang dalam kondisi normal karena sindrom ketakutan dan ketidakpercayaan terhadap sistem yang sama-sama kita bangun,” katanya.

Pihaknya meminta masyarakat untuk tidak menghabiskan energi membahas hal yang belum jelas faktanya. "Jangan habiskan energi kita untuk membahas ‘kebisingan’. Lebih baik fokus artikulasi aspirasi dan temu solusi (voices)," tutupnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww