Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
21 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
15 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
19 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
14 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
16 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Kriminal

Kebakaran Smelter, Perusahaan Disebut Sempat Tolak Pemeriksaan Teknis

Kebakaran Smelter, Perusahaan Disebut Sempat Tolak Pemeriksaan Teknis
Ilustrasi kebakaran. (foto: ist./dok.istock)
Kamis, 05 Januari 2023 18:43 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryadi mengungkapkan, ada penolakan dari PT. Gunbuster Nickel Industry terkait permintaan pemerintah agar dilakukan pemeriksaan teknis terkait insiden kebakaran nikel.

"Kemenperin sudah meminta pemeriksaan terkait teknis sejak tanggal 27 Desember 2022, namun ditolak oleh pihak perusahaan," sebut politisi Gerindra itu dalam siaran yang beredar, Kamis (5/1/2023).

Komisi VII DPR RI dan Kemenprin RI pun sudah melakukan kunjungan kerja ke lokasi yang berada di Morowali Utara, Sulawesi Tengah itu. Tapi tak didapat penjelasan utuh dari pihak perusahaan karena pucuk pimpinannya tidak ada di lokasi.

"Kami Komisi VII sudah melihat secara langsung ke lokasi kejadian. Dan kami menduga bahwa kejadian tersebut tidak murni karena kelalaian manusia, tapi cenderung karena permasalahan teknis pada peralatan di smelter tersebut," kata Bambang.

Komisi VII DPR RI, kata Bambang, akan segera mengagendakan untuk memanggil seluruh pihak terkait dalam waktu dekat di masa sidang yang akan dibuka minggu depan, guna mengklarifikasi terkait permasalahan teknis yang menjadi penyebab kebakaran tersebut.

"Kami tidak mendapat informasi kapan waktu terakhir perusahaan tersebut melakukan kalibrasi terhadap peralatannya yang merupakan kewajiban untuk menilai kelayakan sebuah peralatan industri," ungkapnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kriminal, Badminton, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah
wwwwww