Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
14 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
15 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
11 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
9 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
9 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
8 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Home  /  Berita  /  Basket

Nah Lho..., Kapal "Monster" China Seliweran di Laut Natuna Utara

Nah Lho..., Kapal Monster China Seliweran di Laut Natuna Utara
Ilustrasi kapal China. (foto: Istimewa)
Kamis, 12 Januari 2023 14:18 WIB

JAKARTA - China dilaporkan telah mengerahkan kapal utama penjaga pantainya, China Coast Guard (CCG), untuk berpatroli di Laut Natuna Utara pada akhir tahun lalu.

Menurut data pelacakan kapal Marine Traffic, kapal CCG 5901 berada di area sekitar ladang gas lepas pantai Natuna yang merupakan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia pada 30 Desember.

Mengutip BenarNews dan Radio Free Asia, kapal penjaga pantai terbesar di dunia yang kerap disebut "monster" itu telah meninggalkan pelabuhan Sanya di Pulau Hainan, China pada 16 Desember.

Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Aan Kurnia membenarkan informasi keberadaan kapal China tersebut. Ia juga mengaku telah menyebarkan informasi tersebut ke kementerian dan lembaga. "Bakamla sendiri berusaha segera hadir untuk menunjukkan kedaulatan," ujarnya kepada This Week in Asia.

Aksi berani China sendiri terjadi ketika pemerintah Indonesia semakin tegas di perairan utara. Bulan lalu, Indonesia dan Vietnam telah mengumumkan telah menyelesaikan pembicaraan tentang batas-batas ZEE, yang membuat China kesal karena batas-batas tersebut berada dalam klaim "sembilan garis putus-putus" Beijing.

Kemudian pada awal pekan ini, pemerintah Indonesia mengesahkan rencana pengembangan pertama untuk Blok Tuna.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Basket, DKI Jakarta
wwwwww