Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
24 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
5 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
3
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
24 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
7 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Metropolitan

KPU Bandung Temukan Data 20 Pemilih Masih Hidup tapi Ada Surat Kematiannya

KPU Bandung Temukan Data 20 Pemilih Masih Hidup tapi Ada Surat Kematiannya
Ilustrasi surat kematian. (Foto: Internet)
Rabu, 25 Januari 2023 11:30 WIB

BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung, Jawa Barat, tak menampik masih menemukan data keliru terkait daftar pemilih. Salah satunya data pemilih yang masih hidup, namun tercatat sudah meninggal dunia.

Dilansir GoNews.co dari detikJabar, Ketua KPU Kota Bandung Suharti mengatakan pihaknya bakal melakukan penelitian dan pencocokan (coklit) untuk memastikan data pemilih. Suharti mengaku pada 2022 pernah mendapatkan adanya kesalahan data.

"Karena 2022 kita pernah sampling data, jadi data dari Ditjen Dukcapil menyatakan sudah meninggal, tapi di lapangan orangnya masih ada dan ada juga orangnya sudah meninggal, tapi datanya masih ada. Makanya satu bulan ke depan kita cek datanya ke lapangan," ucap Suharti kepada awak media di SOR Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (24/1/2023).

Suharti menjelaskan kesalahan data yang ditemukan di lapangan. Ia menyebutkan, di Kecamatan Bandung Kulon, ada 20 data pemilih yang dinyatakan meninggal dunia, tapi para pemilih ini ternyata masih hidup.

"Kita belum bisa memastikan (total), karena kita masih sampling. Contoh di Bandung Kulon saja dari 40 data, 20 data itu surat kematiannya sudah ada. Tapi orangnya masih hidup, itu salah satunya," kata Suharti.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, Jawa Barat
wwwwww