Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
15 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
12 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
13 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
16 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
14 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Olympic

Marak Isu Penculikan, Sekolah dan Orangtua Diminta Tingkatkan Pengawasan ke Anak

Marak Isu Penculikan, Sekolah dan Orangtua Diminta Tingkatkan Pengawasan ke Anak
Ilustrasi penculikan anak. (Foto: Istimewa)
Rabu, 01 Februari 2023 12:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

PEKALONGAN - Kabar penculikan anak semakin marak. Meskipun isu penculikan itu banyak ditemui di postingan media sosial seperti WhatsApp, facebook, instagram, dan lainnya itu dipastikan Hoax. Namun hal ini menjadi perhatian khusus bagi Dinas Pendidikan Kota Pekalongan untuk mengimbau kepada anak orangtua anak, serta pihak sekolah untuk waspada dan meningkatkan peran dalam mengawasi para pelajar selama berkegiatan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Zainul Hakim mengungkapkan bahwa, menindaklanjuti maraknya modus kasus penculikan anak di sejumlah daerah, Dinas Pendidikan Kota Pekalongan tengah menyusun Surat Edaran (SE) ke seluruh satuan pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Kota Pekalongan yakni PAUD/TK, SD, dan SMP.

"Kami sedang menyusun Surat Edaran yang ditujukan kepada kepala sekolah dari satuan pendidikan PAUD/TK, SD, dan SMP yang menjadi kewenangan kami perihal peningkatan kewaspadaan terhadap maraknya modus kasus penculikan pada anak. InshaAllah segera kami tandatangani dan secara jejaring kami kirimkan kepada semua sekolah yang ada di jajaran Dinas Pendidikan Kota Pekalongan," terang Hakim saat dikonfirmasi usai menghadiri acara "Nyambung Tali Rasa Luwih Cedhak Karo Pajak", berlangsung di Hotel Dafam Pekalongan, Selasa siang (31/1/2023).

Hakim menegaskan, setiap sekolah diminta meningkatkan peran dalam mengawasi para pelajar selama berkegiatan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah seperti memperhatikan tingkat saat hadir dan kepulangan dari anak-anak didiknya.

"Kami juga menghimbau kepada anak-anak, apabila ada orang asing / orang yang tak dikenal menyapa dan mengiming-imingi dengan memberikan uang, permen, es krim, atau barang tertentu, mengajak pergi ke suatu tempat dan mengaku-ngaku kenal dengan orangtua atau keluarganya, anak-anak diminta hati-hati dan waspada," ujarnya.

Disamping itu, pihaknya meminta seluruh pihak sekolah untuk meningkatkan peran pengawasan dengan memberikan kesiapan kepada penjaga keamanan di lingkungan sekolah. Selain di dalam area sekolah, penjaga sekolah diminta awas terhadap murid-murid yang sengaja keluar area sekolah. Begitu pun saat jam pulang, pihak sekolah harus memastikan bahwa peserta didiknya segera mengarah ke rumah masing-masing. Terutama anak jenjang PAUD dan SD yang sangat rentan menjadi korban kejahatan.

" Tentunya kepada orangtua, secara parenting kami sampaikan harus ditingkatkan sikap kehati-hatiannya agar saat mengantarkan maupun menjemput anak, dipastikan anak harus dalam kondisi aman, mengingat karena menjelang pemilu kadang ada oknum yang membuat keresahan dan menganggu stabilitas daerah," tandasnya.***

wwwwww