Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
20 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
14 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
17 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
18 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
21 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Beladiri

Tak Terima Ibunya Dianiaya, Pemuda di Sumbar Bacok Paman hingga Tewas

Tak Terima Ibunya Dianiaya, Pemuda di Sumbar Bacok Paman hingga Tewas
Aparat Kepolisian saat mendatango korban. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 10 Februari 2023 20:40 WIB

PADANG - Seorang pemuda di Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), ditangkap polisi. Pelaku berinisial YP (23) itu diamankan lantaran nekat membacok pamannya hingga tewas.

Kapolres Pesisir Selatan AKBP Novianto Taryono mengatakan, insiden ini terjadi di Kampung Pasar Ambacang, Nagari Barung-Barung Belantai, Kecamatan Koto Sebelas Tarusan, Pesisir Selatan.

Novianto menambahkan, kepada polisi pelaku mengaku nekat menghabisi nyawa sang paman lantaran sakit hati. "Korban sebelumnya menganiaya ibu pelaku, mereka saat itu cekcok masalah harta warisan keluarga," kata Novianto, Jumat (10/2/2023).

Dia menambahkan, tak terima ibunya dianiaya korban, pelaku secara spontan membacok kepala korban hingga tewas di lokasi. Usai membacok, pelaku kabur ke perkebunan. "Pelaku kami tangkap di rumahnya tanpa perlawanan," katanya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Sumatera Barat
wwwwww