Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
21 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
22 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
18 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
18 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
16 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Voli

Jadi Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Asrorun Niam Sholeh Terima Kasih Kepada Menpora Amali

Jadi Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Asrorun Niam Sholeh Terima Kasih Kepada Menpora Amali
Prof Dr Asrorun Niam Sholeh, M.A saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Fikih Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. (Foto: Humas Kemenpora)
Rabu, 22 Februari 2023 19:51 WIB
Penulis: Azhari Nasution
TANGSEL - Prof Dr Asrorun Niam Sholeh, M.A resmi dikukuhkan menjadi Guru Besar Bidang Ilmu Fikih Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN Syahid) Jakarta, di Auditorium Harun Nasution, UIN Syahid, Ciputat Tangerang Selatan, Rabu (22/2/2023) pagi.

Mengawali Pidato Pengukuhan Guru Besar yang berjudul "Living Fatwa, Transformasi Fatwa dalam Perilaku dan Kebijakan Publik di Era Milenial" tidak lupa menyampaikan terima kasih kepada seluruh yang hadir pada acara penting penuh makna itu.

"Terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Presiden dan Bapak Menpora, serta semua yang hadir tanpa mengurangi rasa hormat tidak disebut satu per satu dalam acara penting penuh makna bagi perjalan saya ini," ucapnya.

Sederet instansi dan lembaga telah digelutinya, seperti di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), di Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Di Kemenpora saat ini mengemban amanah sebagai Deputi Pengembangan Pemuda.

Bila di KPAI berkutat pada bagaimana membuat pranata perlindungan terhadap anak, di MUI melahirkan berbagai fatwa yang menjadi dasar rujukan khususnya umat muslim, di Kemenpora berkonsentrasi terhadap pengembangan pemuda Indonesia.

"Terima kasih, di Kemenpora saya memperoleh amanah di bidang pengembangan kepemudaan, dan salah satu mandatnya adalah pengembangan kepemimpinan pemuda," sebagaimana dibacakan dalam buku pidatonya.

"Hal itu saya mereformulasi konsep pengembangan kepemimpinan pemuda dengan dasar bahwa setiap kita adalah pemimpin, dan setiap anak muda memiliki fitrah kepemimpinan," imbuhnya.

Lebih lanjut diuraikan kepemimpinan menjadi penting di setiap ranah apalagi bila pada cakupan ranah publik. Oleh karenanya intervensi dalam artian mengembangkan di berbagai ranah tersebut menjadi hal yang perlu dilakukan menjadi kebijakan.

"Saya mengklasifikasi tiga ranah kepemimpinan yang perlu diintervensi, yaitu kepemimpinan individu, kepemimpinan rumah tangga, dan kepemimpinan publik," jelasnya dalam penggalan pidato pengukuhannya. ***

Kategori:Umum, Voli, Banten
wwwwww