Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
23 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
2
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
23 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
7 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
23 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
5
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
23 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
6
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Ajarkan Mitigasi Bencana, Ganjar Mengajar di SMA Negeri 1 Subah Batang

Ajarkan Mitigasi Bencana, Ganjar Mengajar di SMA Negeri 1 Subah Batang
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Praanowo saat mengajar di SMA Negeri 1 Subah Batang. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 17 Maret 2023 16:26 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

BATANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menggelar program Gubernur Mengajar. Hari ini, SMA Negeri 1 Subah terpilih menjadi sekolah yang didatangi Ganjar Pranowo mengajar dengan tema 'Edukasi Tanggap Bencana di Jawa Tengah' dalam rangka mengajarkan siswa mitigasi sebelum terjadi bencana.

"Kegiatan ini untuk memperkenalkan pelajar pada kondisi lingkungan yang rawan terhadap bencana dan sekolah-sekolah dapat paham tentang bencana, mulai dari pencegahan, bagaimana saat sedang terjadi bencana, sampai dengan pasca bencana sehingga paham betul,” kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai Mengajar di SMA Negeri 1 Subah, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang, Jumat (17/3/2023).

Jadi kata Ganjar, para pelajar akan mendapatkan keterampilan dengan dilatih kebencanaan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masing-masing daerah bersama TNI dan Polri. Dengan demikian kata Dia, para siswa akan terbiasa dan mengerti bencana yang datang apa.

"Melihat kondisi dan letak Kabupaten Batang, bencana yang sering hadir meliputi pertama banjir rob karena punya pesisir pantai, kedua tanah longsor karena punya daerah yang berbukit-bukit dengan itu para pelajar bisa tahu cara mitigasinya seperti tanah longsor harus melakukan perbaikan sedimen tanah dengan menanam pohon," jelasnya.

Menurutnya, perlunya tahapan yang dilakukan yakni pencegahan dan mitigasi bencana untuk mengurangi serta menanggulangi risiko bencana. Rangkaian upaya yang dilakukan dapat berupa perbaikan dan modifikasi lingkungan fisik maupun penyadaran serta peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.

Selain itu, lanjut dia, tahap kesiapsiagaan dilakukan menjelang sebuah bencana akan terjadi. Pada tahap ini alam menunjukkan tanda atau signal bahwa bencana akan segera terjadi. Maka pada tahapan ini, seluruh elemen terutama masyarakat perlu memiliki kesiapan dan selalu siaga untuk menghadapi bencana tersebut. "Untuk itu sekolah-sekolah di Kabupaten Batang yang hadir dalam Gubernur Mengajar dapat mengetahui tentang kebencanaan dan penanggulanginnya, jadi nanti gurunya bisa memberikan edukasi kepada siswa-siswinya di sekolah secara menyeluruh," tegasnya.

Sementara itu, Pj Bupati Batang Lani Dwi Rejeki mengatakan, hadirnya program Gubernur Mengajar hari ini di SMA Negeri 1 Subah dapat memberikan edukasi pentingnya pengetahuan tanggap bencana. "Kerap kali bencana dapat datang secara tiba-tiba, tidak harus menunggu kerusakan alam yang amat parah tapi kadang kerusakan alam sedikit saja bisa langsung menyebabkan bencana," tukasnya.

Materi yang diberikan Gubernur Jateng sendiri menurutnya sudah sangat bagus mulai dari sebelum datangnya bencana, saat terjadi bencana, hingga pasca bencana ada hal-hal yang harus dilakukan sesuai kondisi kebencanaan.

"Pentingnya para pelajar diberikan pengetahuan tanggap bencana, sehingga jika nanti terjadi bencana dapat menginformasikan pada dirinya sendiri dan orang terdekat bagaimana mengurangi ancaman, kerentanan, dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi bencana," pungkasnya.***

wwwwww