Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
19 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
19 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
19 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Olympic

Cegah Masyarakat Lari ke Kota, Ketua MPR Dukung 10 Persen APBN Dialokasikan untuk Dana Desa

Cegah Masyarakat Lari ke Kota, Ketua MPR Dukung 10 Persen APBN Dialokasikan untuk Dana Desa
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo atau Bamsoet bakal mencalonkan diri sebagai caketum IMI Pusat periode 2021-2025 (istimewa)
Minggu, 19 Maret 2023 18:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mendukung keinginan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) yang menginginkan 10 persen APBN dialokasikan untuk dana desa. Dia menilai masa depan Indonesia berada di desa.

"Saya mendukung keinginan para kepala desa 10 persen dari APBN untuk desa. Karena sesungguhnya masa depan Indonesia itu ada di desa. Kalau desa tidak makmur, masyarakat desa akan lari ke kota mencari pekerjaan, maka menjadi beban di perkotaan," Bamsoet dalam Peringatan 9 Tahun UU Desa di Istora Senayan Jakarta, Minggu (19/3/2023).

Dia menyampaikan kekayaan alam Indonesia seperti, nikel, batu bara, emas, timah hingga gas berada di desa. Namun, Bamsoet menyayangkan hingga kini masih banyak masyarakat di desa yang masih hidup di garis kemiskinan. "Timah kita nomor 3 di dunia ada di mana? Ada di desa. Emas kita nomor 6 di dunia? Ada di desa. Dan gas nomor 16 di dunia ada di desa. Semua ada di desa. Pertanyaan kita mengapa masih banyak masyarakat kita di desa yang masih hidup dalam garis kemiskinan," jelasnya.

Menurut dia, Presiden Jokowi sudah mengalokasikan dana desa untuk membangun desa. Oleh sebab itu, Bamsoet mengajak semua pihak untuk bersama-sama menyejahterakan masyarakat desa. "Itulah PR kita bersama. Presiden Jokowi sudah mengambil langkah besar mengalokasikan dana desa untuk membangun desa. Memang masih jauh dari harapan, tapi ini adalah langkah yang patut kita apresiasi," ujar Bamsoet.

Bamsoet menilai desa adalah masa depan Indonesia dan ujung tombak masyarakat kota. Disamping itu, Bamsoet menyampaikan bahwa pemimpin desa merupakan wakil ujung tombak Presiden. Sebab, pemimpin desa lah yang mendengarkan langsung aspirasi dan keluhan masyarakat desa.

"Kalau desa berantakan, maka Indonesia akan berantakan. Kalau desa ngambek enggak mau nanam tanaman pangan, maka orang kota akan kelaparan. Maka berbanggalah saudara jadi pimpinan desa, perangkat desa," tutur dia.

"Ke depan tidak boleh ada lagi yang menanggap enteng jabatan saudara-saudara. Jabatan saudara bukan jabatan kaleng kaleng, sdr adalah wakil ujung tombak pemerintah pusat, wakil ujung tombak Presiden RI di Desa, mendengarkan aspirasi mendengarkan keluhan," sambung Bamsoet.***

wwwwww