Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
18 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
21 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
18 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Hilal Tak Terlihat di Pantai Ujungnegoro, Warga Batang Tetap Ikut Puasa Kamis Besok

Hilal Tak Terlihat di Pantai Ujungnegoro, Warga Batang Tetap Ikut Puasa Kamis Besok
Kemenag Batang saat melakukan pemantauan hilal, di titik pantau pesisir Pantai Ujungnegoro, Kompleks Makam Syeikh Maulana Maghribi, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Rabu (22/3/2023). (Foto: Istimewa)
Rabu, 22 Maret 2023 23:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BATANG - Selama kurun waktu hampir satu jam para ahli falak melakukan rukyatul hilal atau pengamatan hilal, menggunakan tiga buah teleskop, namun hasilnya hilal tak terlihat dari titik pantau pesisir pantai Ujungnegoro atau Kompleks Makam Syeikh Maulana Maghribi, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang.

Alasan terbesar hilal tak terlihat karena kondisi alam yang kurang mendukung, yakni terhalangnya pandangan oleh awan dan perbukitan yang cukup tinggi. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kemenag Batang, M. Aqsho, usai menyaksikan pemantauan hilal, di titik pantau pesisir Pantai Ujungnegoro, Kompleks Makam Syeikh Maulana Maghribi, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Rabu (22/3/2023).

Meskipun hilal tidak dapat dilihat di titik pantau, kata Dia, hasil pengamatan rekan-rekan tim rukyatul hilal tetap dilaporkan kepada Kemenag RI. "Baik melihat atau tidak tetap kami laporkan ke Kemenag pusat. Namun dari hasil pengamatan di daerah lain seperti Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah sudah melihat hilal dan mungkin penentuan 1 Ramadan akan sama dengan saudara-saudara kita di Muhammadiyah dan NU yang lebih dulu memastikan 1 Ramadan jatuh pada Kamis 23 Maret 2023," katanya.

Ia menambahkan, pesisir Pantai Ujungnegoro telah tiga tahun ini menjadi salah satu titik pantau rukyatul hilal dari 124 titik pantau secara nasional. "Ini karena sumber daya manusia yang menguasai ilmu falak cukup banyak dan mumpuni. Mereka sebelumnya juga sudah mengikuti bimtek yang diselenggarakan Kemenag," jelasnya.

Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan seperti LDII, NU dan Muhammadiyah pun turut hadir, menyaksikan rukyatul hilal. Ketua PD Muhammadiyah Batang, Ali Trigiatno mengatakan, rekan-rekan tim rukyatul hilal sudah melakukan upaya semaksimal mungkin, namun nyatanya tidak bisa melihat hilal.

"Walaupun di sini tidak terlihat, tidak menutup kemungkinan di daerah lain hilal bisa dilihat. Secara teori jika hilal sudah berada di posisi 7,3 derajat, dengan patokan nya 3 derajat, artinya sangat mudah diterima jika hari ini ada yang sudah melihat hilal," terangnya.

Berbeda dengan kriteria yang digunakan Muhammadiyah, yang terpenting hilal sudah berwujud dan berada di atas ufuk, itu artinya sudah terjadi pergantian bulan. Dipastikan untuk 1 Ramadan antara Pemerintah Pusat dengan Muhammadiyah akan bersamaan, namun untuk 1 Syawal dimungkinkan akan terjadi perbedaan.

"Karena ini bagian dari ijtihad ada keragaman pemahaman, jadi kalau bicara fikih perbedaan sudah ada. Akhirnya kita hanya bisa mengimbau kepada umat muslim umumnya, harus mengedepankan toleransi, tidak perlu saling menghina karena sesungguh-sungguh apa pun manusia berusaha menyelesaikan, khilafiyah atau perbedaan itu tetap ada,” ujar dia.

Berdasarkan hasil sidang isbat awal Ramadan yang dipimpin Menag Yaqut Cholil Qoumas, pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1444 Hijriyah jatuh pada hari Kamis 23 Maret 2023.***

wwwwww