Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
20 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
14 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
12 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
13 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
21 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Olympic

Surya Paloh soal Koalisi Besar: Rakyat Melihat Sosok Capres, Bukan Portofolio Partai

Surya Paloh soal Koalisi Besar: Rakyat Melihat Sosok Capres, Bukan Portofolio Partai
Ketua Umum NasDem Surya Paloh. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 06 Mei 2023 10:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Ketua Umum NasDem Surya Paloh santai menghadapi koalisi besar partai pro pemerintah. Sebab, masyarakat dalam memilih calon presiden bukan dari pilihan partai, tetapi siapa sosok yang diusung.

"Hal yang patut kita renungkan dan pahami bersama ini pilpres ini Pemilihan secara langsung. Rakyat dia akan menempatkan pilihan mereka melihat sosok. Kandidat, bukan portofolio partai-partai ini," ujar Paloh di Wisma Nusantara, Jakarta, Jumat (5/5/2023).

Paloh yakin, selama calon presiden memenuhi syarat untuk maju dan diterima rakyat, maka akan terpilih menjadi presiden di Pemilu 2024.

"Persyaratan cukup, kandidatnya relatif diterima di hati rakyat, dia akan terpolih nanti," ujarnya.

Paloh mengatakan, koalisi besar hanya gabungan partai dengan komposisi jumlah kursi yang besar di parlemen.

"Ya koalisi besar kan itu dalam arti kata kalau dilihat dari portofolio daripada gabungan komposisi partai-partai yang ada yang memiliki suara atau jumlah kursi yang relatif cukup mendominasi di dewan kita sekarang ini," ujarnya.

Surya Paloh sebelumya menegaskan tidak akan keluar dari koalisi pemerintah meski tak diundang Jokowi dalam pertemuan Ketua Umum (Ketum) Partai Politik di Istana beberapa hari lalu. Hal itu sebagaimana diungkap usai pertemuan dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Surya Paloh menuturkan, pertemuannya dengan Luhut tidak membicarakan rencana keluar dari Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf. "Enggak ada," ujar Surya Paloh di Wisma Nusantara, Jakarta, Jumat (5/5/2023).

Surya Paloh mengatakan, NasDem bakal terus konsisten mengawal pemerintahan Presiden Joko Widodo sampai 2024. "Kan sudah kita katakan kita berupaya sedemikian rupa agar Konsisten dengan apa yang selalu kita komitkan," tegasnya.

Terkait tidak diundang Jokowi dalam pertemuan dengan ketua umum partai pro pemerintah, Surya memahami posisi Jokowi. NasDem merasa wajar karena dianggap tidak berada dalam koalisi untuk sementara waktu.

"Saya bisa pahami itu pasti Pak Jokowi menempatkan positioning beliau barangkali sebagai pemimpin koalisi partai-partai pemerintahan ya dan beliau tidak menganggap lagi NasDem ini di dalam koalisi pemerintahan untuk sementara," ujarnya.***

wwwwww