Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
22 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
23 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
22 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
5
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
22 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
6
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
21 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Home  /  Berita  /  Olympic

Kemenag Ingin Panen Kopi Wakaf Produktif Bisa Tembus Pasar Luar Negeri

Kemenag Ingin Panen Kopi Wakaf Produktif Bisa Tembus Pasar Luar Negeri
Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kegiatan Panen Perdana Kopi Program Inkubasi Wakaf Produktif di Kampung Belang Rakal. (Foto: Kemenag)
Jum'at, 12 Mei 2023 23:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

ACEH - Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kegiatan Panen Perdana Kopi Program Inkubasi Wakaf Produktif di Kampung Belang Rakal, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, Kamis (12/5/2023).

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kementerian Agama, Tarmizi Tohor mengatakan, program ini menjadi upaya strategis menumbuhkan semangat masyarakat untuk berwakaf.

"Sebagai negara mayoritas muslim, jumlah wakif (pemberi wakaf) di Indonesia masih sangat kecil. Tercatat, jumlah wakif saat ini berjumlah 8,7 juta orang, jauh dari populasi muslim Indonesia yang mencapai 236 juta jiwa. Sehingga, program inkubasi wakaf produktif menjadi upaya strategis menambah semangat baru masyarakat untuk melakukan wakaf produktif," ujar Tarmizi.

Tarmizi mengingatkan para nazir (pengelola wakaf) untuk lebih profesional dalam pengelolaan wakaf. “Studi kelayakan usaha menjadi aspek penting yang harus dikuasai nazir dalam mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf," ucap Tarmizi.

Ia berharap, panen kopi perdana di atas tanah wakaf 1,5 hektar ini menjadi bukti bahwa wakaf bisa menjadi sektor ekonomi produktif. Lebih dari itu, Tarmizi mendorong panen kopi perdana ini untuk menembus pasar internasional sesuai harapan masyarakat dan target Pemerintah Daerah dalam program Desa Devisa.

"Zakat dan wakaf adalah bagian penting perjuangan Indonesia menjalankan pembangunan. Banyak capaian pembangunan yang bersumber dari zakat maupun wakaf. Kami mendorong panen perdana kopi ini dapat menembus pasar internasional," tandasnya.

Terakhir, Tarmizi mengatakan, Kemenag berkomitmen memperluas program inkubasi wakaf produktif melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan lembaga pengelola zakat untuk mendukung pembangunan nasional.

Sebagai informasi, wakaf produktif menjadi salah satu indikator kinerja sasaran program Ditjen Bimas Islam, Kemenag. Kemenag menggagas program wakaf produktif agar nazir dapat mengoptimalkan pengelolaan tanah wakaf agar bernilai ekonomis dan menguntungkan dalam sektor perkebunan, pertanian, UMKM, peternakan, hingga perikanan. Inkubasi wakaf produktif diharapkan menjadi wahana bagi para nazir untuk mengembangkan jiwa kreatif dan visioner.***

wwwwww