Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Voli

Mantap! Mulai Tahun Depan, ASN, Polri, dan TNI Dapat Uang Tambahan Lauk Pauk

Mantap! Mulai Tahun Depan, ASN, Polri, dan TNI Dapat Uang Tambahan Lauk Pauk
Makan Bersama Sebagai Silahturahmi TNI-Polri Dengan Masyarakat. (Foto: Kodim Karanganyar)
Jum'at, 12 Mei 2023 23:56 WIB
Penulis: Eki

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menerbitkan PMK nomor 49 tahun 2023 yang berisi tentang standar biaya masukan untuk tahun anggaran 2024. PMK tersebut juga mengatur tentang uang lauk pauk untuk prajurit TNI dan Polri. PMK ini ditandatangani pada 28 April 2023 dan diundangkan pada 3 Mei 2023.

Salah satu hal yang diatur dalam PMK tersebut adalah besaran standar biaya yang dibayarkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugasnya. PMK tersebut juga mengatur tentang satuan biaya makanan penambah daya tahan tubuh untuk ASN.

"Satuan biaya makanan penambah daya tahan tubuh merupakan satuan biaya yang digunakan untuk kebutuhan biaya pengadaan makanan dan minuman bergizi yang dapat menambah atau meningkatkan daya tahan tubuh Pegawai Aparatur Sipil Negara yang diberi tugas dan fungsi kantor yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan yang dimaksud," demikian dikutip dari PMK tersebut.

Menurut PMK tersebut, besaran biaya tersebut akan disesuaikan dengan lokasi tempat ASN tersebut berada. Biaya makanan penambah daya tahan tubuh tersebut akan diberikan setiap bulan sebagai tambahan biaya diluar kenikmatan lainnya.

Besaran biaya yang ditetapkan dalam PMK ini bervariasi, mulai dari Rp 18 ribu hingga Rp 25 ribu per orang setiap hari. Dengan demikian, mulai tahun 2024, ASN akan mendapatkan tambahan uang sebesar Rp 396 ribu hingga Rp 550 per bulan.

Selain itu, PMK tersebut juga mengatur tentang biaya harian perjalanan dinas ke luar negeri dengan nominal yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan negara yang dituju.

"Satuan biaya harian perjalanan dinas luar negeri, merupakan penggantian biaya sehari-hari Pejabat Negara/anggota Polri/TNI atau pihak lain dalam menjalankan perintah perjalanan ke luar negeri," demikian tertulis dalam PMK tersebut.

Menanggapi penerbitan PMK tersebut, Sri Mulyani menyatakan bahwa PMK tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum dalam hal penggunaan anggaran belanja negara. "Kami berharap PMK ini dapat memberikan kemudahan dan efektivitas dalam pengelolaan keuangan negara," ujarnya.

Adapun untuk penambahan biaya yang paling tinggi, wilayah Papua Barat dan Papua Penggunungan akan mendapatkan tambahan biaya kisaran Rp 25 ribu.

Sedangkan untuk wilayah yang menerima biaya tambahan terendah ada di wilayah Sumatera dan Kalimantan yang hanya mendapatkan tambahan biaya sebesar Rp 18 ribu. Wilayah DKI Jakarta, Jawa, Bali, NTB, dan NTT akan mendapat tambahan sebasar Rp 19 ribu. Maka dalam satu bulan mereka akan me dapatkan satu bulan.

Tidak hanya itu dalam PMK itu juga diatur tentang biaya harian perjalanan dinas ke luar negeri.Dengan nominal yang berbeda sesuai dengan tujuan negaranya.

"Satuan biaya harian perjalanan dinas luar negeri, merupakan penggantian biaya sehari hari Pejabat Negara, anggota Polri-TNI atau pihak lain dalam menjalankan perintah perjalanan ke luar negeri".***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, DKI Jakarta
wwwwww