Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
17 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
18 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
17 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
17 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Sakhi Raih 4 Medali, DAD Archery Juara Umum Panahan Jakarta Series 2 Tahun 2026
Metropolitan
23 jam yang lalu
Sakhi Raih 4 Medali, DAD Archery Juara Umum Panahan Jakarta Series 2 Tahun 2026
6
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
16 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Home  /  Berita  /  Non Olympic

PHK Massal di PSSI, Football Institute: Ini Kode Keras!

PHK Massal di PSSI, Football Institute: Ini Kode Keras!
Ilustrasi Logo PSSI.
Selasa, 03 September 2024 23:53 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal karyawan PSSI sempat menjadi topik hangat. Karena, ada perseteruan antara mantan Direktur Media PSSI Eko Rahmanto yang  terkena PHK massal dengan Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga.

Eko beranggapan bahwa PHK ini adalah semacam agenda setting mengganti karyawan PSSI dengan orang-orang Erick Thohir spesifik disebut Mahaka. Arya membalas dengan membongkar perilaku buruk karyawan PSSI yang bekerja untuk kepentingan pribadi dengan menggunakan aset PSSI.

Menurut Budi Setiawan, Founder Football Institute, PHK karyawan PSSI saat ini bukan yang pertama. Tahun 2013, setelah penyatuan PSSI akibat dualisme dilakukan assesment dan PHK karyawan yang telah bekerja sejak era PSSI dipimpin Agum Gumelar, Azwar Anas hingga Nurdin halid.

"Saat Edi Rahmayadi menjabat pun ada juga PHK karyawan di level direksi. Begitupun juga saat Iwan Bule menjabat, ada yang keluar dan ada juga yang masuk. Sebuah hal yang wajar," ujar Budi Setiawan di Jakarta, Selasa (3/9/2024).

"Yang menjadi sorotan PHK kali ini karena jumlahnya 43 orang hampir 1/2 pegawai PSSI. Ini artinya apa? Ini kode keras lah dari ketua umum. Yang artinya Erick Thohir tidak happy dengan kinerja SDM yang ada di PSSI selama ini," tambahnya.

Yang penting, kata Budi, pesangon 43 karyawan tersebut dibayar. "Cuma jangan sampai kecolongan lagi ke depannya. Karena di tahun 2013 saat PHK karyawan ada yang dibayar dan ada yang gak dibayar pesangonnya. Ada yang sudah di PHK tahun 2013, tiba-tiba Tahun 2016 masuk lagi jadi karyawan. Tahun 2024, mereka kena PHK lagi dapat lagi pesangon. Ini kan gila," imbuhnya.

Budi menjelaskan status karyawan PSSI harus dicarikan jalan keluar yang tepat agar tidak bertabrakan dengan UU ketenagakerjaan, namun juga memperhatikan kebiasaan/kelaziman di organisasi olahraga.

"Saya memahami sikap dan mendukung langkah Erick Thohir mereformasi kesekretariatan PSSI. Karena, PSSI butuh akselerasi untuk mencapai target, dalam hal ini nahkoda kapal butuh kelasi-kelasi yang dapat diandalkan," tandasnya. ***

wwwwww