Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
24 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
23 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
4
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
23 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
23 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic

NOC Indonesia Bawa Kepentingan Asia Tenggara di General Assembly OCA

NOC Indonesia Bawa Kepentingan Asia Tenggara di General Assembly OCA
Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari. (NOC Indonesia)
Minggu, 08 September 2024 20:43 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Presiden National Olympic Committee of Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, berharap negara-negara Asia dapat lebih banyak menjadi tuan rumah event olahraga level dunia.  

Hal itu menjadi salah satu misi yang akan disuarakan NOC Indonesia pada General Assembly Olympic Council Asia (OCA) yang digelar di New Delhi, India, Minggu (7/9/2024).

General Assembly OCA kali ini memiliki agenda utama yakni pemilihan Presiden baru. Ada calon tunggal dalam pemilihan tersebut, yaitu Raja Randhir Singh, yang saat ini menjabat sebagai Acting President OCA dan pemilihan akan menjadinya sebagai Presiden definitif untuk empat tahun ke depan.

Didampingi Komite Eksekutif Harry Warganegara, Okto, sapaan akrab Raja Sapta Oktohari menyebut akan memaksimalkan kegiatan di New Delhi tersebut. Termasuk menyuarakan aspirasi lain terkait dari Asian Winter Games, yang akan dilaksanakan di bulan Februari 2025.

"Tentunya sebagai Presiden National Olympic Committee of Indonesia, saya akan memaksimalkan kegiatan ini sehingga eksistensi Indonesia bisa lebih konkret dan bisa menjadi bagian dari penentu regulator di kawasan Asia, yaitu melalui Olympic Council of Asia," kata Okto.

"Untuk itu kami berupaya supaya lebih banyak lagi orang Indonesia bisa duduk di board International Federation, Asian Federation, maupun board OCA," imbuhnya.

Selain itu, dalam posisi tren olahraga yang semakin meningkat di seluruh dunia dan Asia khususnya, Okto berharap ada pemerataan dalam penyelenggaraan kegiatan multievent di kawasan Asia.

"Karena kita tahu kemarin kita banyak mendapat tantangan, bahkan hal yang sama juga dirasakan oleh Thailand yang sangat disayangkan akhirnya kemarin mereka mengirimkan surat ke semua NOC di Asia terkait pembatalan Asian Indoor and Martial Art Games," jelas Okto.

"Hal ini yang juga akan kami tanyakan dan kami bawa kepada Olympic Council of Asia, sehingga mendapatkan kepastian persiapan yang dilakukan atlet untuk diberangkatkan ke AIMAG 2025 nanti" tutupnya. ***

wwwwww