Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Nasional

Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik

Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Anggota DPR RI, Usman Husin. (Ist)
Senin, 26 Oktober 2026 18:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Anggota DPR RI Usman Husin meminta Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Dishub NTT), PT ASDP Indonesia Ferry, dan Kementerian Perhubungan RI duduk bersama untuk mengevaluasi tarif penyeberangan lintasan Kupang-Rote yang dikeluhkan mahal oleh para pelaku usaha ekspedisi.

Usman mengatakan, dirinya telah menerima keluhan dari sejumlah pengusaha dan sopir truk ekspedisi yang menilai tarif penyeberangan tersebut memberatkan biaya operasional, terutama untuk distribusi barang dari Kupang ke Kabupaten Rote Ndao maupun sebaliknya.

Menanggapi keluhan itu, Usman menyarankan Dishub NTT segera menyurati Kementerian Perhubungan dan ASDP untuk membahas kembali komponen perhitungan tarif penyeberangan Kupang-Rote.

Menurutnya, evaluasi diperlukan karena terdapat perbedaan tarif antarlintasan penyeberangan di NTT yang dinilai tidak sebanding dengan jarak tempuh.

“Kalau dibandingkan dengan lintasan lain di NTT yang jaraknya lebih jauh, harga tiketnya justru lebih murah. Sementara lintasan Kupang-Rote yang jaraknya relatif dekat, harga tiketnya malah dirasakan mahal. Karena itu, saya menduga ada yang perlu diperiksa kembali dalam perhitungan penetapan tarif tiket penyeberangan Kupang-Rote ini,” kata Usman, Senin (26/10/2026).

Ia menegaskan, persoalan tarif penyeberangan tidak hanya menyangkut kepentingan pengusaha ekspedisi, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat Rote Ndao.

Pasalnya, sebagian besar truk ekspedisi yang melayani rute Kupang-Rote mengangkut sembilan bahan pokok (sembako) dan berbagai kebutuhan masyarakat. Barang-barang tersebut umumnya dipasok dari Kupang sebelum didistribusikan ke Rote Ndao menggunakan truk melalui kapal feri.

Usman mengingatkan, tingginya tarif penyeberangan dapat meningkatkan biaya operasional pengangkutan barang. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan tarif angkutan yang pada akhirnya berdampak terhadap harga jual sembako dan kebutuhan pokok di tingkat konsumen.

“Kalau harga tiket mahal, pelaku ekspedisi tentu ikut terbebani. Ketika biaya angkutan truk naik, dampaknya bisa sampai ke harga jual barang di Rote. Pada akhirnya, masyarakat sebagai konsumen yang akan menanggung beban tersebut,” tegas Legislator dapil NTT ini.

Karena itu, Usman berharap pemerintah dan pihak terkait dapat menemukan formula tarif yang lebih proporsional agar distribusi barang tetap berjalan lancar tanpa menambah beban masyarakat.

“Mohon tarif penyeberangan Kupang-Rote dikaji ulang. Jangan sampai masyarakat Rote Ndao yang menjadi korban akibat perhitungan tarif yang tidak tepat. Kita ingin ada solusi yang adil sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, para sopir dan pelaku usaha ekspedisi juga mengeluhkan tingginya tarif kapal feri bagi kendaraan pengangkut barang pada lintasan Kupang-Rote Ndao. Mereka menilai tarif tersebut lebih mahal dibandingkan dengan sejumlah lintasan lain, seperti Kupang-Alor dan Kupang-Lembata. ***

wwwwww