Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
4 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
5 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  Kemenpora

Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet

Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Menpora Erick Thohir. (Kemenpora)
Selasa, 27 Oktober 2026 16:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya atlet selam asal Kabupaten Jepara, Syabilla Rizkia Putri Raharja, saat mengikuti pertandingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 di perairan Awann Costa, Semarang, Minggu (25/10/2026).

Menpora Erick menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan sekaligus memberikan penghormatan atas dedikasi dan prestasi Syabilla yang telah mengharumkan nama daerahnya melalui olahraga.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Syabilla Rizkia Putri Raharja. Kita kehilangan seorang atlet muda berbakat yang memiliki masa depan dan semangat besar untuk berprestasi. Saya turut berduka bersama keluarga yang telah mendampingi dan mendukung perjuangannya selama ini. Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Menpora Erick.

Syabilla merupakan atlet berprestasi yang telah mempersembahkan dua medali emas bagi Kabupaten Jepara pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026, masing-masing dari nomor 100 meter bifins putri dan 200 meter bifins putri.

Atlet berusia 22 tahun yang juga merupakan mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut meninggal dunia setelah mengalami insiden ketika mengikuti perlombaan selam laut nomor open water finswimming sejauh 3.000 meter.

Menpora Erick menegaskan bahwa kepergian Syabilla harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga nasional, khususnya dalam memastikan keselamatan dan perlindungan atlet di setiap penyelenggaraan pertandingan.

“Setiap atlet yang turun bertanding membawa mimpi, harapan keluarga, dan kebanggaan daerahnya. Mereka telah berlatih keras untuk meraih prestasi. Karena itu, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan mereka bertanding dalam lingkungan yang aman. Tidak ada kemenangan yang lebih berharga daripada nyawa seorang atlet,” tegas Menpora Erick.

Menpora Erick mengapresiasi langkah PB Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) yang telah membentuk tim investigasi untuk mendalami insiden meninggalnya Syabilla. Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan bentuk tanggung jawab federasi untuk mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, khususnya dari aspek teknis penyelenggaraan pertandingan dan penerapan prosedur keselamatan.

“Saya mengapresiasi langkah cepat PB POSSI membentuk tim investigasi. Saya berharap tim ini dapat bekerja secara objektif, transparan, dan menyeluruh untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, termasuk mengevaluasi apakah seluruh prosedur keselamatan sudah dijalankan dengan baik. Yang terpenting, hasil investigasi harus ditindaklanjuti dengan langkah perbaikan yang konkret agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Menpora Erick.

Selain investigasi yang dilakukan PB POSSI, Menpora Erick juga mendukung langkah kepolisian yang saat ini tengah mendalami kasus tersebut, termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian yang menimpa Syabilla.

“Kita juga mengapresiasi langkah kepolisian yang sedang melakukan penyelidikan. Saya berharap seluruh fakta dapat terungkap secara objektif dan transparan. Kita harus menghormati proses hukum yang berjalan dan tidak mendahului kesimpulannya,” kata Menpora Erick.

Menpora Erick menegaskan bahwa terlepas dari hasil investigasi dan penyelidikan, peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pertandingan olahraga. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan, mulai dari federasi cabang olahraga hingga penyelenggara pertandingan, memastikan standar perlindungan atlet benar-benar diterapkan di lapangan.

Evaluasi tersebut harus mencakup kesiapan tenaga medis dan tim penyelamat, prosedur pengawasan selama pertandingan, kecepatan respons ketika atlet menunjukkan tanda-tanda mengalami kesulitan, hingga kewenangan petugas mengambil tindakan ketika keselamatan atlet terancam.

“Atlet tentu memiliki semangat untuk terus berjuang hingga garis finis. Tetapi ketika muncul tanda-tanda yang membahayakan keselamatan, harus ada sistem dan petugas yang mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Keselamatan atlet tidak boleh bergantung hanya pada keputusan atlet itu sendiri ketika sedang berada dalam tekanan pertandingan,” tegas Menpora Erick.

Lebih lanjut, Menpora Erick mengingatkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kompetisi olahraga tidak hanya diukur dari prestasi dan medali yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan seluruh pihak memberikan perlindungan kepada para atlet.

“Syabilla telah memberikan yang terbaik untuk olahraga dan daerahnya. Kini menjadi tanggung jawab kita untuk memastikan kepergiannya tidak berlalu tanpa pembelajaran dan perbaikan. Tugas kita bukan hanya mengantarkan atlet menuju podium, tetapi juga memastikan mereka dapat kembali dengan selamat kepada keluarganya,” pungkasnya. ***

wwwwww