Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
20 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
20 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Home  /  Berita  /  Kemenpora

Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026

Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Menpora Erick Thohir saat dialog interaktif di Wirasena Youth Camp 2026. (Kemenpora)
Senin, 26 Oktober 2026 22:38 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan pentingnya membangun kultur patriotik, gigih, dan berempati bagi generasi muda guna menghadapi tantangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Menpora Erick di hadapan para peserta Wirasena Youth Camp 2026 dalam sesi dialog interaktif yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Dalam kesempatan ini, Menpora Erick mengingatkan agar para pemuda tidak mudah memandang pesimistis masa depan bangsa hanya berdasarkan keterbatasan atau tantangan sesaat, melainkan harus mencontoh mentalitas pejuang yang gigih, seperti yang ditunjukkan oleh para atlet nasional di berbagai ajang internasional.

"Kultur kita jangan sampai menjadi kultur yang siesta atau relaks, yang membuat kita menjadi terlalu easy-going,” ujar Menpora Erick di hadapan para peserta.

Menpora Erick mencontohkan bagaimana perjalanan perjuangan tim nasional sepak bola maupun kontingen olahraga Indonesia di kancah dunia yang kerap tidak diunggulkan secara teoretis, namun mampu membuktikan hasil gemilang berkat kerja keras, kedisiplinan, dan mental pantang menyerah hingga detik akhir pertandingan.

Menurut Menpora Erick, nilai-nilai ketangguhan dan pengorbanan tersebut harus ditanamkan dalam diri setiap pemuda Indonesia, mengingat tantangan ketenagakerjaan dan dinamika global ke depan menuntut daya saing yang tinggi.

Disebutkan Menpora Erick bahwa kolaborasi, keterbukaan, serta kemauan untuk terus belajar dari kegagalan adalah kunci utama kesuksesan seorang pemimpin di masa yang akan datang.

“Tidak ada orang sukses yang kerja sendiri, dan tidak ada orang sukses yang tanpa pernah gagal. Yang paling penting adalah bagaimana kita belajar dari kegagalan itu,” pungkas Menpora Erick. ***

wwwwww