Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
![]() |
| Menpora Erick Thohir. (Kemenpora) |
Penulis: Azhari Nasution
Menpora Erick mengatakan, tantangan generasi muda sekarang ini dengan masa Sumpah Pemuda 1928 jelas berbeda. Kala itu, pemuda berjuang menghadapi perbudakan. Sementara, generasi mendatang bakal menghadapi perubahan geopolitik, geoekonomi, serta digitalisasi.
“(Sekitar) 65 juta anak muda di dunia menganggur. Sementara itu, satu dari tujuh anak muda mengalami masalah kesehatan mental,” ujar Menpora Erick di Taman Ismail Marzuki, Senin (26/10).
Menpora Erick menjelaskan, perubahan besar yang terjadi di tingkat global saat ini menuntut partisipasi aktif serta kesiapan mental generasi muda. Oleh karenanya, Menpora Erick menekankan bahwa desain besar kepemudaan harus disusun melalui pendekatan dialog dengan mendengarkan langsung aspirasi para pemuda.
“Inilah alasan mengapa dalam menyusun desain besar kepemudaan, kita mengajak semua pihak untuk mendengarkan aspirasi pemuda,” terang Menpora Erick.
Dalam kesempatan ini, Menpora Erick juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan terobosan fundamental yakni deregulasi 191 aturan Permenpora menjadi empat guna mempermudah tata kelola kepemudaan.
Melalui forum seperti Indonesia Youth Summit serta sinergi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah berupaya menyatukan program kepemudaan agar tepat sasaran.
Selain itu, Menpora Erick turut mendorong keselarasan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dengan mengumpulkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dari berbagai daerah.
“Pusat dan daerah harus punya kebijakan yang sama. Jangan pusat dan daerah beda, kasihan anak mudanya,” pungkas Menpora Erick. ***
| Kategori | : | Kemenpora, DKI Jakarta |













