Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
21 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
2
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
21 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Tim Catur Putra Indonesia Menorehkan Rangkirg Baru di Olimpiade Catur 2024

Tim Catur Putra Indonesia Menorehkan Rangkirg Baru di Olimpiade Catur 2024
Tim Catur Putra India saat mengalahkan Amerika Serikat. (Ist)
Senin, 23 September 2024 13:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BUDAPEST - Tim Catur Indonesia kembali memetik kemenangan pada babak akhir Olimpiade Catur 2024, Minggu (22/9/2024) waktu setempat. Tim Catur Putra Indonesia menggunguli Libya dengan  2,5 - 1,5 dan Tim Catur Putri Indonesia mengalahkan Jepang 3,5 - 0,5.

"Babak terakhir ini situasinya mirip saat melawan Palestina. Zacky tidak saya turunkan karena terlihat staminanya mengendor. Ternyata pilihan memainkan Fabian dan Reynard di dua papan bawah tepat. Mereka berdualah pencetak skornya," ujar Kristianus Liem, Kapten Tim Catur Putra Indonesia.

FM Andrean Susilodinata (2393) bermain di meja 1 remis melawan FM Hussien Asabri (2196). Sementara FM Satria Duta Cahaya (2219) yang selama ajang olimpiade terus bermain cemerlang, kali ini meredup dan harus menyerah pada FM Yousef A. Alhassadi (2082).

Dua pemain yang berhasil menyelamatkan posisi tim  Indonesia adalah pemain meja 3 dan 4. CM Fabian Glen Mariano (2121) menang dari Ahmed Naser Eldean (1981). Sementara Reynard Kristopher mengalahkan Nagi Abugenda (1975).

Sementara di bagian putri Evi Lindiawati dan rekan-rekannya berhasil membuat Jepang tak berkutik. Meski sejak awal terus mendapat tekanan dari Misaki Shibata (1847), namun akhirnya WCM Evi  Lindiawati (1940) berhasil menggunguli Misaki.

Begitu juga dengan pemain papan 3 dam 4, Evi Yuliana(1912) dan Clementia Adeeline (1550), keduanya bisa mengalahkan lawan-lawan mereka Rikka Mitsuyama (1738) dan Melodi Takayasu (1768).

Satu-satunya pemain putri yang dipaksa remis adalah Angel Ruth Nugroho (1939), yang berbagi poin sama dengan Kanako Kinoshita (1822). "Tetapi saya bangga, meskipun tiga diantaranya masih junior tapi semangat bertandingnya luar biasa. Bahkan Evi Yuliana dan Clementia, mengumpulkan 8,5 poin dari 11 babak. Artinya, mereka main terus 11 babak, dan poin yang dicapai luar biasa," ujar Lisa Lumongdong, Kapten Tim Catur Putri Indonesia.

Baik Kristianus Liem maupun Lisa Lumongdong sebagai kapten dari tim putra dan putri memaparkan bahwa hasil yang di capai tim Indonesia secera keseluruhan sangat baik. Karena masing-masing berhasil memperbaiki  peringkat , tim putra berhasil naik 14 tingkat dari unggulan awal 89 naik menjadi ranking 75 (dari 196 negara). Sementara tim putri naik 9 tingkat dari posisi 68 ke 59 (dari 181 negara).

Tim putra Indonesia dari 11 babak ketemu 5 tim unggulan bawah (Grenada, Namibia, Hong Kong, Palestina, dan  Lybia) yang semuanya dikalahkan. Sementara saat  menghadapi 6 unggulan atas (Slovakia, Georgia,  Finlandia, Uruguay, Andorra, dan Hungaria C). tim putra Indonesia kalah 5, dan satu kali menang atas Hungaria C.

"Indonesia membuat  kejutan mengalahkan tim yang lebih kuat. Ini membanggakan karena tim kita terdiri dari 4 pecatur junior dan hanya satu senior, walaupun juga tergolong masih muda," papar Kris.

Senada dengan Kris, Lisa pun sangat mengapresiasi para pemain putri Indonesia yang tak  pantang menyerah ini.  Apalagi perjuangan merekaa mendapat ganjaran yang juga sangat membanggakan dari olimpiade kali ini, yaitu perolehan gelar bagi para pecatur muda ini.

Di bagian putri Evi Yuliana dan Clementia Adeline berhak menyandang gelar WFM (Woman Fide Master), sementara Angel Ruth Nugroho peroleh gelar WCM  (Woman Candidate Master). Di bagian putra, Satria Duta Cahaya mendapat mendapat norma IM (Internasinal Master), sedangkan Zacky Dhia Ulhaq berhak menyandang gelar CM (Candidate Master).

Pada Olimpiade Catur 2024 ini, India merajai dengan menyandingkan tim putra dan putrinya sebagai juara. Sedangkan posisi kedua dan ketiga di bagian putra di tempati USA dan Uzbekistan. Di bagian putri urutan dua dan tiga adalah Kazakhstan dan USA. ***

wwwwww